Minggu, 04 Mei 2014

Semarak “Indonesian Mini Film Festival 2014” di Washington

Setelah keberhasilan The Raid : Redemption dan The Raid 2 : Berandal, industri film nasional menjadi magnet tersendiri bagi sebagian pencinta film di Negeri Paman Sam. Apalagi gairah para sineas untuk meningkatkan kulitas karya film layar lebar makin meningkat.
Setahun terakhir, Subdit Festival dan Eksibisi Film Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) rajin memberangkatkan film-film nasional untuk diputar dalam kemasan acara festival nonkompetisi. Subdit yang berkantor di Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan ini, juga secara rutin mengikuti beragam market film di beberapa negara dengan mengajak produser film nasional.
Setelah keberhasilan ‘Indonesian Mini Film Festival 2013,’ Kedutaan Besar Indonesia di Washington DC, didukung Subdit Festival dan Eksibisi Film (Kemenparekraf) kembali menggelar acara yang sama tahun ini. Acara yang dimulai pada Minggu (27/4) di American University, Bethesda ini memutar empat judul film nasional, tiga di antaranya film yang diputar setahun terakhir.
Film-film itu adalah  Sang Kiai, 99 Cahaya di Langit Eropa serta 9 Summers 10 Autumns. Satu lagi film yang diputar beberapa tahun lalu, yaitu Merantau. “Walaupun bukan film baru, Merantau kami minta diputar juga karena memiliki magnet cerita yang menjadi ciri khas Indonesia yaitu silat,” tandas Heru Subolo Koordinator Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya Kedutaan Besar RI untuk Amerika Serikat.
Molly Prabawaty, Kasubdit Festival dan Eksibisi Kemenparekraf senang karena awareness publik Amerika terhadap industri film nasional  “Intinya kami support kegiatan Kedubesan Indonesia untuk Amerika dengan memberangkatkan artis dan insan yang menjadi elemen industri film,” katanya.
Acara diawali dengan diskusi tentang industri film yang dihadiri sejumlah mahasiswa American University dan orang-orang Indonesia di Washington. Diskusi menjadi meriah karena dipandu oleh Prof.Pek Koon Blakcburn PhD, Director of ASEAN Studies Center di American Univesity. Mahasiswa yang mencintai film Indonesia sudah terbentuk. Bukan hanya yang antre menonton film The Raid yang hadir dalam dua bagian judul dan diputar di bioskop di beberapa kota di Amerika Serikat.
Akan tetapi, pemerhati film itu adalah mahasiswa di sana yang juga membedah serta mendiskusikan film Indonesia. Tak heran, sejumlah pertanyaan cukup kritis dan juga menggelitik diajukan peserta diskusi. Padahal, Minggu malam itu mereka baru menyaksikan trailer empat judul film. Senin – Kamis (28 April sampai 1 Mei) baru diputar film secara utuh setiap sorenya.
SUMBER : https://id.celebrity.yahoo.com/news/semarak-indonesian-mini-film-festival-2014-di-washington-063356276.html



Tidak ada komentar:

Posting Komentar