Kamis, 25 Desember 2014

E-Government : Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi

Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi merupakan instrumen penilaian kemajuan pelaksanaan reformasi birokrasi yang dilakukan secara mandiri (self assessement) oleh Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah.

Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi mencakup penilaian terhadap dua komponen: Pengungkit (Enablers) dan Hasil(Results). Pengungkit adalah seluruh upaya yang dilakukan oleh instansi pemerintah dalam menjalankan fungsinya, sedangkan Hasil adalah kinerja yang diperoleh dari komponen pengungkit. Hubungan sebab-akibat antara Komponen Pengungkit dan Komponen Hasil dapat mewujudkan proses perbaikan bagi instansi melalui inovasi dan pembelajaran, di mana proses perbaikan ini akan meningkatkan kinerja instansi pemerintah secara berkelanjutan. Komponen Pengungkit sangat menentukan keberhasilan tugas instansi, sedangkan Komponen Hasil berhubungan dengan kepuasan para pemangku kepentingan.

Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi dilaksanakan dengan tujuan:
memudahkan Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah dalam menyediakan informasi mengenai perkembangan pelaksanaan reformasi birokrasi dan upaya-upaya perbaikan yang perlu dilakukan oleh kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah yang bersangkutan;
menyediakan data/informasi bagi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam rangka menyusun profil nasional pelaksanaan reformasi birokrasi.
PMPRB Online merupakan sebuah instrumen bantu berupa aplikasi teknologi informasi berbasis web untuk kemudahan pelaksanaan PermenPAN dan RB No. 1 tahun 2012 tentang Pedoman PMPRB. PMPRB Online dapat menjamin efisiensi dan efektivitas dalam proses pengumpulan dan pengolahan data secara real time, serta menjaminfairness, obyektivitas, dan transparansi dalam penilaian yang hasilnya dapat dilihat oleh para pihak, masyarakat dan para pemangku kepentingan setiap saat. Selain itu instrumen PMPRB membantu instansi untuk memperbaiki kinerja secara berkelanjutan.



PMPRB online memiliki kriteria dan standar pengukuran/penilaian yang sama, berdasarkan bukti dan survei yang dapat ditelusuri kebenarannya/akuntabilitasnya, dan dilakukan oleh panel penilai yang terdiri dari koordinator dan seluruh asesor pada masing-masing instansi. Selanjutnya untuk dapat melakukan penilaian yang fair, objektif dan tranparan, maka PMPRB Resource Center melakukan pelatihan kepada calon asesor. Hasil penilaian yang disampaikan oleh K/L dan Pemda akan dipelajari melalui desk assessment oleh PMPRB Resource Center dan ada verfikasi dari pihak eskternal.

sumber : 
http://pmprb.menpan.go.id/
http://reformasibirokrasi.com/


Rabu, 24 Desember 2014

KESEMPATAN DAN MANFAAT UNTUK JCP

Java platform tumbuh dan dikelola oleh masyarakat Java melalui program-program komunitas proses (JCP). Upaya ini diwakili oleh JSRs melalui JCP program.
setiap JSR menghadirkan pekerjaan besar untuk pemimpin tim dan kelompok kecil untuk pengembangan). Seluruh tim merupakan spesialis java yang ahli di bidangnya. Ada lebih dari tiga ratus JSRs yang membawa Java platform untuk kehidupan

JCP diatur oleh Komite Eksekutif (EC) dan seluruh proses ini diawasi dan dipandu oleh manajemen kantor java dan staff-staff nya. JCP.next adalah serangkaian tiga JSRs yang dirancang untuk memberikan manfaat yang signifikan untuk semua hal.

Meminimumkan proses untuk kemajuan maksimum
Patrick Curran adalah Direktur dari PMO, Ketua JCP, dan pemimpin untuk semua JSRs JCP.next tiga (JSR 348, JSR 355 dan JSR 358). "JSRs ini memodifikasi berbagai JCP dokumen pemrosesan dan kriteria Perjanjian Partisipasi Komunitas  Java (JSPA) - dan akan berlaku untuk semua JSRs baru dan rilisnya  pemeliharaan untuk masa depan yang ada untuk semua platform Java.

Curran menjelaskan bahwa pertama - JCP.next.1, dikenal secara resmi sebagai JSR 348, menuju sebuah versi baru dari Java Community Process - menyelesaikan dan membentuk sebuah  efek pada Oktober 2011 sebagai JCP 2.8. Ini menciptakan sejumlah perubahan sederhana namun penting untuk membuat proses JCP lebih transparan dan untuk memungkinkan partisipasi lebih luas. 
 
Kedua - JSR 355, menggabungkan Komite Eksekutif, juga Final. Ini berisi revisi proses dokumen
JCP (versi 2.9) dan aturan pembuatan EC (versi 2.2).  Perubahan ini memberikan efek terhadap EC Elections 2012.


Ketiga - 358 JSR, revisi besar dari Java Community Process, telah disetujui pada Juli 2012 oleh EC.JSR ini merupakan tahap awal untuk memodifikasi Perjanjian Perjanjian Partisipasi Komunitas  Java (JSPA) serta dokumen proses dan akan mengalamatkan sejumlah isu-isu hukum yang kompleks.


SUMBER : https://jcp.org/en/press/news/JCP_next

Sabtu, 29 November 2014

Pembuatan WBS Pada Penulisan Ilmiah


 Work Breakdown Structure (WBS) adalah pemecahan atau pembagian pekerjaan ke dalam bagian yang lebih kecil (sub-kegiatan). Atau Seperangkat yang membantu kita untuk menentukan dan mengelompokkan elemen-elemen pekerjaan (tugas) dan membantu mengetahui Ruang Lingkup pekerjaan. Alasan perlunya WBS adalah :

Pengembangan WBS di awal Project Life Cycle memungkinkan diperolehnya pengertian cakupan proyek dengan jelas, dan proses pengembangan WBS ini membantu semua anggota untuk lebih mengerti tentang proyek selama tahap awal.
WBS membantu dalam pengawasan dan peramalan biaya, jadwal, dan informasi mengenai produktifitas yang meyakinkan anggota manajemen proyek sebagai dasar untuk membuat perundingan.

Manfaat dari WBS :
Manfaat daftar pekerjaan pada WBS, akan dapat diperkirakan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap pekerjaan tersebut. Perkiraan bisa dilakukan dengan mempertimbangan beberapa hal, antara lain ketersediaan sumber daya dan kompleksitas.

Struktur WBS :
Struktur dalam WBS mendefinisikan tugas-tugas yang dapat diselesaikan secara terpisah dari tugas-tugas lain, memudahkan alokasi sumber daya, penyerahan tanggung jawab, pengukuran dan pengendalian proyek. Pembagian tugas menjadi sub tugas yang lebih kecil tersebut dengan harapan menjadi lebih mudah untuk dikerjakan dan diestimasi lama waktunya.
Model WBS memberikan beberapa manfaat, antara lain :

·         Memberikan daftar pekerjaan yang harus diselesaikan.
Analisa WBS yang melibatkan manajer fungsional dan personel yang lain dapat membantu meningkatkan akurasi dan kelangkapan pendefinisian proyek.

·         Memberikan dasar untuk mengestimasi mengalokasikan sumber daya, menyusun jadwal, dan menghitung biaya. Mendorong untuk mempertimbangkan secara lebih serius sebelum membangun suatu proyek. Berikut WBS pada Penulisan Ilmiah saya yang berjudul “Aplikasi Panduan Wisata Jakarta City Tour Berbasis Android Mobile” yang menggunakan bentuk WBS hirarki. Untuk membuat aplikasi tersebut, penulis melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
·         Membuat struktur navigasi.
·         Membuat program pada eclipse
·         Merancang tampilan input/output.
·         Mengimplementasikan aplikasi ke dalam ekstension .apk.
·         Uji coba pada eclipse.




 sumber : https://azkaakza.wordpress.com/2013/01/24/tugas-aks-mengenai-cara-membuat-wbs-dengan-contoh-sesuai-dengan-penulisan-ilmiah/




Rabu, 19 November 2014

Pentingnya Manajemen Kontrol Keamanan pada Sistem

Informasi adalah salah suatu asset penting dan sangat berharga bagi kelangsungan hidup  bisnis dan disajikan dalam berbagai format berupa : catatan, lisan, elektronik, pos, dan audio visual. Oleh karena itu, manajemen informasi penting bagi  meningkatkan kesuksusesan yang kompetitif dalam  semua sektor ekonomi.
Mengapa harus mengamankan informasi?
Keamanan Informasi adalah suatu upaya untuk mengamankan aset informasi yang dimiliki. Kebanyakan orang mungkin akan bertanya, mengapa “keamanan informasi” dan bukan “keamanan teknologi informasi” atau IT Security. Kedua istilah ini sebenarnya sangat terkait, namun mengacu pada dua hal yang sama sekali berbeda. “Keamanan Teknologi Informasi” atau IT Security mengacu pada usaha-usaha mengamankan infrastruktur teknologi informasi dari  gangguan-gangguan berupa akses terlarang serta utilisasi jaringan yang tidak diizinkan
Berbeda dengan “keamanan informasi” yang fokusnya justru pada data dan informasi milik perusahaan  Pada konsep ini, usaha-usaha yang dilakukan adalah merencanakan, mengembangkan serta mengawasi semua kegiatan yang terkait dengan bagaimana data dan informasi bisnis dapat digunakan serta diutilisasi sesuai dengan fungsinya serta tidak disalahgunakan atau bahkan dibocorkan ke pihak-pihak yang tidak berkepentingan.

Tujuan manajemen informasi adalah untuk melindungi kerahasiaan, integritas dan ketersediaan informasi. Dengan tumbuhnya berbagai  penipuan, spionase, virus, dan hackers sudah mengancam informasi bisnis  manajemen oleh karena meningkatnya keterbukaan informasi dan lebih sedikit kendali/control yang dilakukan melalui teknologi informasi modern. Sebagai konsekuensinya , meningkatkan harapan dari para manajer bisnis, mitra usaha, auditor,dan stakeholders lainnya menuntut adanya manajemen informasi yang efektif untuk memastikan informasi yang menjamin kesinambungan bisnis dan meminimise kerusakan bisnis dengan pencegahan dan memimise dampak peristiwa keamanan.
Contoh dari tinjauan keamanan informasi adalah:
  • ·    Physical Security yang memfokuskan strategi untuk mengamankan pekerja atau anggota organisasi,  aset fisik, dan tempat kerja dari berbagai ancaman meliputi bahaya kebakaran, akses tanpa otorisasi,    dan bencana alam.
  • ·       Personal Security yang overlap dengan ‘phisycal security’ dalam melindungi orang-orang dalam organisasi.
  • ·     Operation Security yang memfokuskan strategi untuk mengamankan kemampuan organisasi atau perusahaan untuk bekerja tanpa gangguan.
  • ·  Communications Security yang bertujuan mengamankan media komunikasi, teknologi komunikasi dan isinya, serta kemampuan untuk memanfaatkan alat ini untuk mencapai tujuan organisasi.
  • ·    Network Security yang memfokuskan pada pengamanan peralatan jaringan data organisasi, jaringannya dan isinya, serta kemampuan untuk menggunakan jaringan tersebut dalam memenuhi fungsi komunikasi data organisasi.



Sumber :

Kamis, 06 November 2014

Review Jurnal “PENERAPAN TANDA TANGAN DIGITAL UNTUK OTENTIKASI SMS-BANKING”


       A.    PENDAHULUAN

Secara sederhana, SMS Banking adalah salah satu fitur teknologi yang berupa layanan bagi nasabah bank, yang mengijinkan para nasabah untuk mengakses akun bank mereka melalui fitur SMS. Banyak sekali fitur yang ditawarkan oleh SMS Banking ini, salah satu yang paling banyak digunakan adalah layanan cek saldo rekening dan transfer dana. Mudah dan sangat sederhana, itulah kelebihan dari SMS Banking, untuk dapat menggunakan layanan ini, biasanya kita harus mengikuti persyaratan tertentu tergantung dari Bank yang akan kita pakai.

RSA di bidang kriptografi adalah sebuah algoritma pada enkripsi public key. RSA merupakan algoritma pertama yang cocok untuk digital signature seperti halnya ekripsi, dan salah satu yang paling maju dalam bidang kriptografi public key. RSA masih digunakan secara luas dalam protokol electronic commerce, dan dipercaya dalam mengamnkan dengan menggunakan kunci yang cukup panjang.

SHA adalah serangkaian fungsi cryptographic hash yang dirancangoleh National Security Agency (NSA) dan diterbitkan oleh NIST sebagai US Federal Information Processing Standard.

     B.     PEMBAHASAN
      
      Penelitian ini dilakukan oleh Budiono Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl Ganesha 10, Bandung. Jurnal ini berjudul PENERAPAN TANDA TANGAN DIGITAL UNTUK OTENTIKASI SMS – BANKING.

SMS-Banking yang ada pada umumnya memiliki arsitektur sistem seperti yang dapat dilihat pada Gambar 1. Pada awalnya, telepon seluler milik nasabah bank mengirimkan pesan SMS yang berisi kode tertentu kepada nomor penyedia layanan melalui wireless carrier.Wireless carrier kemudian meneruskan SMS tersebut kepada Bulk SMS Service Provider. Bulk SMS Service Provider kemudian meneruskan pesan tersebut kepada aplikasi mobile banking.


Aplikasi mobile banking selanjutnya berhubungan dengan server perbankan inti untuk memroses permintaan nasabah. Aplikasi mobile banking kemudian merespon permintaan nasabah dalam bentuk pesan SMS kepada Bulk SMS Service Provider. Bulk SMSService Provider lalu meneruskan SMS tersebut kepada wireless carrier. Wireless Carrierkemudian meneruskan pesan tersebut kepada telepon seluler nasabah.
Tujuan dari protokol SMS-Banking yang dibuat antara lain:

1. Kerahasiaan
Protokol SMS-Banking yang dibuat harus dapat melindungi kerahasiaan data-data yang dimiliki oleh klien dan server. Semua data-data yang dimiliki oleh kedua pihak tersebut tidak boleh dibaca atau dimodifikasi oleh pihak-pihak lain yang tidak berkepentingan.
2. Integritas data
Data-data yang terlibat di dalam protokol harus terjaga dari manipulasi oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Manipulasi data-data yang dimaksud termasuk penghapusan, pengubahan dan penambahan terhadap data-data yang terlibat di dalam protokol.
3. Otentikasi
Dari sudut pandang klien, protokol harus dapat melakukan otentikasi terhadap server sedangkan dari sudut pandang server, protokol harus dapat melakukan otentikasi terhadap klien.
4. Non-repudiasi atau nirpenyangkalan Baik server dan klien tidak dapat melakukan penyangkalan terhadap informasi yang tercipta.

Kelayakan penggunaan algoritma RSA untuk tanda-tangan digital SMS-Banking dan
keamanannya jika dibandingkan dengan DSA,ElGamal atau DES adalah sebagai berikut :
1. RSA sangat cocok digunakan untuk menangani pesan yang berukuran kecil seperti SMS. SMS tergolong sebagai pesan dengan ukuran kecil karena memiliki kapasitas maksimal hanya 160 karakter untuk satu SMS. Sedangkan DSA dan ElGamal lebih tepat untuk menangani pembentukan tandatangan digital dokumen yang berukuran lebih besar [LEO04].
2. Tingkat keamanan yang diberikan oleh algoritma ini cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari tingkat kesulitan dalam memfaktorkan bilangan non prima menjadi faktor primanya, yang dalam hal ini r = p x q. Selain itu, algoritma yang paling mangkus untuk memfaktorkan bilangan yang besar belumditemukan. Inilah yang membuat algoritma RSA tetap digunakan sampai dengan saat ini.
3. Dalam transaksi SMS-Banking lebih menekankan kepada otentikasi pesan SMS untuk transaksi selain kepada kerahasiaan pesan. Pihak bank cukup mengetahui bahwa data SMS yang diterimanya merupakan SMS dari pelanggan bank tersebut, begitu juga sebaliknya. Hal ini juga dikarenakan jaringan GSM sudah melakukan enkripsi pesan SMS selama pengiriman pesan dengan menggunakan algoritma kriptografi A5/1 atau A5/2. Dengan kata lain, penggunaan DES untuk menyimpan kerahasiaan pesan kurang
signifikan penggunaannya.
4. Dengan menggunakan fungsi hash, tandatangan digital ini dapat menyelesaikan permasalahan non-repudiation (baik penerima dan pengirim pesan mempunyai pasangan kunci masing-masing). Penyelesaian tersebut merupakan solusi untuk permasalahan non teknis pada sistem SMS-Banking (permasalahan non teknis yaitu dimana operator bank bisa mengetahui kunci yang digunakan pelanggannya).

      C.     Kesimpulan Dan Saran

1.      Kesimpulan :
Dari jurnal yang telah saya baca dapat disimpulkan bahwa jurnal ini membahas secara rinci mengenai pengetahuan dasar dari SMS banking sendiri hingga pengimplementasian keamanan berdasarkan sifat-sifat dari Algoritma RSA dan fungsi hash. Penelitian yang dilakukan penulis semakin meyakinkan pembaca karena didalamnya dibuktikan dengan hasil uji coba dan beberapa gambar berwarna seperti arsitektur sms banking, diagram alur, grafik dll

2.      Saran :
Dalam pembuatan jurnal seperti ini apalagi yang berhubungan dengan teknologi dapat menggunakan bahasa-bahasa yang lebih bersahabat untuk pembaca. Karena jurnal ini bersifat umum sehingga dapat dibaca oleh berbagai kalangan.


Sumber :
http://putuwirawan.blogspot.com/2012/10/makalah-security-computer-sms-banking.html


Senin, 03 November 2014

The Copenhagen Wheel

The Copenhagen Wheel adalah roda sepeda yang menyimpan dan memberikan energi listrik untuk mulai bersepeda. Energi berasal dari baterai eksternal dan dari pengereman regeneratif ketika pengendara mengayuh balik pedal seperti layaknya rem coaster. Item ini termasuk built-in motor listrik dan baterai lithium 48 volt ion serta dikendalikan oleh aplikasi smartphone.




The Copenhagen Wheel mengubah sebuah sepeda kedalam smart electric hybrid, cepat dan mudah. Roda nya berisi mesin, baterai, beberapa sensor, konektivitas nirkabel, dan sistem kontrol. Roda ini belajar bagaimana sebuah pedal dapat diintegrasikan dengan sebuah gerakan, mengalikan daya pedal 3x-10x yang membuat bukit terasa datar serta jarak menyusut. 

  • Motor: 350W, EU: 250W
  • Size: 26 inches or 700c rim
  • Battery: 48V lithium
  • Connectivity: Bluetooth 4.0
  • Range: Up to 31 miles (50 km)
  • Battery life: 1000 cycles
  • Charge time: 4 hours
  • Smartphone OS: iOS, Android
  • Compatibility: Single speed or 7/8/9/10 speed-free hub
  • Top speed US: 20 mph, EU: 25 km/h
  • Brake type: Rim brake and regenerative braking (downhill and back pedal)
  • Weight: 13 pounds (5.9 kg)
  • Dropout: 120mm (single speed, 135mm (single and multi-speed)
Dari spesifikasi dan content diatas kita dapat bayangkan bahwa Pengendara diberi dorongan untuk mengayuh dengan mengukur usaha mereka. Adanya  penggunaan mesin throttle bertujuan untuk memperpanjang pengalaman bersepeda yang normal serta memungkinkan pengendara sepeda merasa lebih cepat, lebih jauh, dan lebih mudah dalam bersepeda.

Sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Copenhagen_Wheel

Minggu, 02 November 2014

Microsoft Band: A cross-platform fitness-oriented smartwatch for $200

Setelah lirisnya google fit, microsoft meluncurkan usahanya dalam bentuk microsoft band. Sebuah fitness tracker dengan layar kecil dan properti layaknya smartwatch.  Untuk melihat hasil dari Microsoft Band kita memerlukan aplikasi microsoft health. Sebuah aplikasi yang memperlihatkan grafik dan alat lacak terhadap aktivitas yang berhubungan dengan kebugaran. Microsoft band dibandrol dengan harga $200 dan untuk health app tersedia untuk iOS, Android dan windows phone.

Berbicara tentang microsoft band. Item ini layak dimiliki karena tersedia fasilitas standard fitness tracker, dengan sensor yang lebih besar termasuk GPS, pendeteksi denyut jantung dan gelombang Ultra Violet serta layar touch screen 1.4 inci rengan resolusi yang cukup tinggi 320x106 termasuk pemantauan denyut jantung selama 24 jam dengan daya tahan baterai hingga 48jam.




Dengan interface yang sama dengan windows phone, item ini layaknya Cortana. Sebuah personal assistant yang dapat membuat note, pesan teks serta panggilan masuk.  Fitur-fitur ini tergolong platform compatible. Jadi tidak perlu windows phone untuk menggunakannya. Karena ini dapat digunakan pada iPhone dan Android juga. Selain fitur tersebut microsoft health juga mengajari anda cara berolahraga dengan efektif hingga pemberitahuan istirahat sebelum dan sesudah workout


Sumber :

Sabtu, 01 November 2014

PENYELESAIAN OVERCLOCKING PADA INTEL CORE i7-4790K

Prosesor Haswell adalah sebuah prosesor yang dilengkapi GPU terintegrasi generasi terbaru yaitu Intel HD Graphics 4600. Satu hal menarik adalah seluruh varian prosesor Haswell hanya dilengkapi satu varian GPU terintegrasi tidak seperti Sandy Bridge (HD 3000 & HD 2000) dan Ivy Bridge (HD 4000 & HD 2500) yang memiliki dua varian GPU terintegrasi. Dengan perbedaan hanya terletak pada clock GPU,
Sudah sekitar 1 tahun haswell diluncurkan . tercatat bahwa kinerja grafis telah ditingkatkan. Namun para penggemar merasa kecewa terhadap hasswell. Pada desktop Haswell berlari panas, hanya peningkatan kinerja 5-8% dari bagian lainnya diluar dari keinginan para penggemar.
Atas masalah ini devil’s canyon berusaha menyelesaikan masalah ini mengembangkan clock’s speed pada Core i7-4770K sebesar 15% mencakup 3.5 GHz hingga 4 GHz kemudian penambahan TIM (Thermal Interface Material) yang membuat item ini lebih sejuk dibawah tekanan. Serta dukungan terhadap Haswell TSX juga penambahan turbo dari 4.4 GHz-500 MHz  lebih dari aslinya yaitu 3.9 GHz.
Meskipun beberapa laporan menunjukan bahwa pengguna harus menggunakan Z97 motherboard untuk chip yang baru namun syarat ini disangkal. Pengguna hanya membutuhkan motherboard Z87 untuk mendukung core i7-4790k tanpa masalah.

SUMBER :


Selasa, 07 Oktober 2014

MeReview Tampilan Baru Studentsite Universitas Gunadarma Dengan Heuristic Evaluation

Frontend merupakan bagian dari sebuah website yang merupakan halaman yang dapat diakses oleh semua pengunjung. Frontend akan menampilkan informasi-informasi umum untuk pengguna. Informasi yang tersedia pada sisi frontend studentsite.gunadarma.ac.id secara umum adalah halaman utama,berita, aktivasi, login dan kontak. Kemudian Back-end, backend adalah piranti untuk mengatur sisi front-end, back-end hanya bisa diakses oleh seorang admin. jadi untuk mengatur semua konten yang akan ditampilkan di front-end, seorang admin akan melakukanya di sisi back –end. Maka dari itu pada penulisan kali ini saya akan me-review website studentsite.gunadarma.ac.id dari sisi front end





Pada halaman utama terdapat 5 menu dimana ketika pengunjung memilih salah satu menu tersebut, pengunjung akan diantarkan ke halaman yang dituju. Menurut saya pada studentsite ini tidak menandakan posisi pengunjung berada. Setidaknya terjadi perubahan warna atau apapun yang bisa menandakan bahwa pengunjung sedang di halaman tersebut.

Kemudian dibawah menu utama terdapat beberapa box yang mungkin sebgian orang berekspetasi bahwa menu tersebut sama seperti menu lainnya. Namun setelah di klik ternyata itu hanya beberapa box yang memperlihatkan sedikit informasi mengenai studentsite.gunadarma.ac.id saja. Dapat dibilang bagian tersebut hampir tidak berfungsi apa-apa.Masih di halaman utama jika saya sedikit melakukan scrolling maka akan terlihat beberapa berita yang bersangkutan dengan aktivitas di kampus Gunadarma.  Menurut saya berita mengenai aktivitas lingkungan kampus dapat diletakkan di bagian Berita. Jadi pengunjung tidak bertanya-tanya kenapa harus ada berita yang ditampilkan di halaman utama. Toh website ini memiliki halaman khusus untuk berita.

Selanjutnya jika saya melakukan scrolling hingga bagian bawah maka akan terlihat halaman footer yang berwarna hitam. Saya suka dengan adanya bagian ini. Karena dapat menghubungkan pengunjung ke beberapa website yang berperan dalam memenuhi kebutuhan akademik. Jadi seolah studentsite juga berfungsi melayani mahasiswa untuk mengenal website-website yang dilibatkan oleh kampus. Secara keseluruhan design yang tertera cukup baik. Karena semua terlihat sederhana namun indah. Tidak bikin pusing. 




Setelah melakukan review di halaman utama/Home, saya menuju menu selanjutnya yaitu berita. Seperti gambar diatas menu berita berisi kumpulan-kumpulan informasi mengenai kegiatan seputar kampus seperti seminar, pendaftaran kursus, lomba-lomba dll. Bisa dilihat di bagian ujung kanan terdapat scrollview yang bentuknya begitu kecil. Dapat dibayangkan jikalau berita yang ditampilkan begitu banyak dari atas hingga bawah. Sebgai koreksi lebih baik segala berita yang di posting dapat diklasifikasikan sesuai sifatnya. Misal info mengenai lomba ada di submenu lomba, atau open recruitment aslab dapat dibuatkan menu tersendirinya juga. Jadi kalo pengunjung ingin melihat informasi yang dicari tidak perlu melihat hingga detail daftar berita dari atas ke bawah. Atau bisa dicantumkan nomor halaman sehingga berita yang disediakan tidak terlihat menumpuk.




Selanjtnya saya menuju menu Aktivasi. Menu ini diwajibkan bagi mahasiswa baru untuk melakukan pembuatan akun studentsite. Dari segi konten nya pada menu ini sudah terlihat rapi. Form yang diisi cukup singkat. Keterangan disamping form juga tidak padat.


Kemudian saya move ke menu login. Pada menu ini mahasiswa kampus di minta untuk memasukkan username dan password setelah melakukan aktivasi. Sebagai contoh saya memasukkan username dan password yang saya miliki. Maka akan tampil halaman seperti berikut :


Gambar diatas adalah tampilan dalam menu login. Disebelah kiri terdapat 8 menu yang tersedia. Menu pertama adalah Home. menu ini berisi content yang hampir sama dengan tampilan home pada menu awal studentsite. Sejujurnya saya tidak mengerti kenapa tampilan home akun studentsite lagi-lagi menampilkan beberapa box yang ‘Cuma begitu’ dan daftar berita-berita yang berhubungan dengan aktifitas akademik. Tidak salah kan kalo menu home ini lebih difungsikan untuk halaman yang sifatnya lebih penting walaupun sederhana seperti biodata mahasiswa. Lanjut ke menu akademik..

Isi menu akademik terdapat sebuah button yang mengantarkan mahasiswa ke alamat akademik.gunadarma.ac.id alat tersebut berfungsi untuk melihat nilai, mendaftar sidang, upload foto dan kegiatan lain yang terkait dengan aktifitas akademik. Menurut saya lebih baik lagi jika aktifitas tersebut dapat dilakukan sendiri di halaman akademik. Sebab fungsi utama studentsite adalah melakukan aktifitas akademik yang bersifat mandiri. Jadi kalo dari halaman akademik sendiri mengantarkan ke halaman lain kesannya seperti studentsite tidak melayani kebutuhan utama mahasiswa. Walaupun akan terdapat notifikasi under construction jika kita mengunjungi akademik.gunadarma.ac.id secara personal tanpa melalui studentsite. selanjutnya saya mengunjuni menu perpustakaan sebagai berikut.


Pada menu ini tersedia beberapa submenu lagi seperti terdapat website didalam website. Sejujurnya sepertinya baru pertama kali saya melihat ada website seperti ini. Well mungkin website ini masih dalam proses pembaharuan. Yang membuat saya agak sedikit risk adalah menu logout-nya. Ketika saya pilih menu logout tampilan yang ada akan seperti diatas. Saya diminta lagi untuk melakukan login. Kemudian saya mencoba memasukkan username dan password studenstie saya. Ternyata ada pemberitahuan bahwa password yang saya masukkan salah. Seharusnya terdapat sedikit informasi mengenai  aturan bagaimana login ke halaman perpustakaan kembali. 


Lanjut ke menu surat keterangan.Nah menu ini isinya tentang aturan kita untuk membuat surat keterangan kuliah di kampus universitas gunadarma. Terdapat button yang menghubungkan saya untuk mengisi form-form yang tersedia seperti gambar berikut :

Kemudian halaman portofolio. Di halaman ini mahasiswa  menggunakannya untuk mengisi tugas softskill yang diberikan dosen. Terdapat 2 menu. Yaitu penulisan dan tugas


 Tidak terdapat perbedaan terhadap halaman penulisan dan tugas. Hanya mungkin fungsi mereka berbeda dari segi klasifikasinya tergantung perintah dari dosen untuk melakukan posting tugas di menu yang mana, penulisan atau tugas. Namun sifatnya sama. Lanjut lagi ke halaman blog seperti berikut :

Di halaman blog ada 7 menu yang isinya sendiri saya belum tahu apa. sebeb pada halaman ini sepertinya butuh daya internet yang cukup kuat. Pasalnya saya tidak dapat mencapai  apa yang saya cari. Ditandai dengan pemberitahuan network error. Pertimbangan loading merupakan landasan awal ketika seseorang melakukan review pada suatu web. Web secara paksa melakukan load untuk menampilkan satu  halaman penuh jika tidak dapat dicapai pengunjung bisa sedikit stress terlebih lagi kalau sedang melakukan kegiatan yang sifatnya urgent. Berikutnya menu ganti password


Pada menu ini kita diminta untuk mengisi form yang tersedia jikalau ingin mengubah password lama menjadi password baru. Namun tidak diberitahukan harus seberapa sering kita melakukan update untuk memperbarui password. Itu berarti keamanan yang sudah di set bersifat baik. Kemudian menu terakhir adalah logout yang fungsinya mengeluarkan saya dari akun studentsite yang sedang aktif.
Kembali ke halaman utama sekarang saya lanjut ke halaman kontak.

Pada menu ini hanya terdapat suggest untuk menghubungi BAPSI Universitas Gunadarma jika mengalami beberapa masalah yang berhubungan dengan studentsite. peletakan posisisi menu kontak yang sama dengan menu yang lainnya mengindikasikan bahwa website ini siap memberikan solusi atas masalah-masalah yang mahasiswa alami terkait studentsite. kemudian saya akan mencoba me-review website studentsite.gunadarma.ac.id degan metode Heuristic Evaluation. Heuristic evaluation merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk melakukan review pada sebuah website. Pertama kali dikemukakan oleh Nielsen dan Molich pada tahun 1990.

HEURISTIC EVALUATION

1.      Visibility of System Status adalah informasi yang diberikan oleh aplikasi atau Web kepada user yang menunjukan yang kondisi terkini dari apa yang dilakukan oleh user dalam aplikasi tersebut. Setiap aksi yang dilakukan user tentu punya makna dan  user perlu sebuah umpan balik (feedback) dari setiap aksi yang dilakukan. Dalam bagian ini terdapat dua dasar pertanyaan yaitu :
·         Where am i? Dimana kita berada.
·         Where can i do next? Kemana kita selanjutnya


Pada website ini hanya terdapat kekruangan pada halaman awal sebelum login dimana user dapat keliru atas halaman dimana user berada. Namun dalam  pengaksesannya. Website akan menampilkan simbol loading dengan jelas seperti gambar diatas. Tampilan seperti tersebut dapat memberikan ketenangan pada pengguna untuk menunggu request yang di minta.

2.      Match Between the System and the Real World (Match antara Dunia Maya dan Dunia Nyata
Tahapan ini dimaksudkan agar sistem mestinya menggunakan bahasa yang akrab dengan usernya, sehingga komunikasi antara sistem dan user dapat berjalan baik tanpa harus membuat mereka bingung dan bertanya-tanya.
Penggunaan bahasa indonesia yang telah diterapkan hampir setiap isi website studentsite dapat memberikan manfaat berkomunikasi dengan baik. Mahasiswa mudah memahami keseluruhan fungsi studentsite.

3.      User Control and Freedom (User Kontrol dan Kebebasan)
sifat dari pengguna biasanya ingini mendapat kontrol penuh dari sistem/website yang dia akses. Pada tahap ini akan dilihat bagaimana pengguna dapat kembali ke suatu kondisi setelah mereka mengakses ke sebuah menu atau kondisi lainya. Dengan kata lain apabila pengguna memilih sebuah menu dan ternyata menu tersebut bukanlah menu yang mereka inginkan, pada menu yang sudah terlanjur mereka pilih tersebut haruslah terdapat tombol atau cara bagi pengguna untuk kembali ke kondisi awal dimana mereka sebelumnya.

Pengaksesan halaman satu ke halaman lainnya sangat disajikan dengan baik. Website ini menyediakan fungsi back ke halaman sebelumnya jika pengguna salah memilih halaman tujuan juga tersedia menu di bagian sisi kiri akun pengguna. Jadi mahasiswa tidak merasa repot disebabkan juga isi yang tidak terkesan crowded

4. Consistency and Standards (Konsistensi dan Standar)
Kekonsistenan dapat dilihat dari beberapa aspek, diantaranya: dari segi desain maupun secara fungsionalnya. Pun dari segi bahasa kekonsistenan tersebut hendaklah diperhatikan. Terdapat aturan-aturan yang sudah menjadi standar bagi tampilan sebuah situs atau website.
Pada tata bahasa di website ini menurut saya sudah termasuk kategori konsisten. mudah dimengerti, disampaikan kepada user dengan baik. Hanya saja sepeerti yang saya bahas pada lembaran sebelumnya bahwa icon-icon pada menu utama terlihat dapat berfungsi menuju halaman lainnya. Tapi kenyataannya itu hanya icon biasa yang tidak berfungsi sebagai button untuk membawa user ke halaman lain.


4.      Error Prevention (Pencegahan Kesalahan)
Ini adalah salah satu poin penting yang harus diperhatikan. Secara istilah, error prevention adalah bagaimana sebuah website dapat mencegah terjadi suatu error yang dibuat oleh pengguna akibat kesalahan memasukan input atau menjalankan suatu task pada suatu fungsi di website tersebut. Salah satu pencegahan yang bisa dilakukan adalah adanya fungsi validasi pada saat user melakukan aksi tertentu. Sehingga sistem akan menampilkan pesan error apa yang terjadi, dan hal itu akan memudahkan user dalam mengambil aksi selanjutnya.

Pada halaman blog terdapat beberapa menu yang ternyata setelah saya coba buka salah satu dari menu yang ada terjadi error. Entah ini karena masalah koneksi yang kurang baik atau memang sistem yang masih dibawah pemeliharaan. Menurut saya lebih baik jika terjadi error seperti ini hendaknya pemberitahuan penyebab error tersebut dengan bahasa yang dapat diterima. Agar user dapat segera memperbaiki kekurangannya.



6. Recognition Rather than Recall
Sebagian besar user adalah orang yang ingin tau sedang berada diposisi mana dia saat ini, dan apa saja rute yang baru ia lewati tadi. Pada menu halaman-halaman awal website ini tidakterdapat penanda dimana pengunjung sedang berada. Namun itu tidak berpengaruh besar sebab menu-menu pada halaman awal hanya berisi informasi secara umum dan pengguna pun pasti mengerti fungsi dari menu tersebut.

7. Flexibility and Ease of Use (Fleksibilitas dan Kemudahan Penggunaan)
Sistem yang baik adalah sistem yang dapat merangkul pengguna dari kalangan mana saja, baik yang sudah mahir maupun yang biasa saja. Inilah yang dimaksud aspek flexibility dalam poin ini. Terkadang pada suatu kasus diperlukan suatu fungsi yang hanya dapat dimengerti oleh para pengguna yang sudah mahir sehingga pengguna tidak perlu kesulitan untuk mengakses sebuah fungsi dari awal. Pada studentsite.gunadarma.ac.id  seluruh pengguna dianggap mempunyai kemampuan yang sama sehingga kurang dari segi fleksibilitas dan kemudahan pengaksesan.

8. Aesthetic and Minimalist Design (Estetika dan Desain Minimalis)
Design adalah hal pertama yang biasanya terlihat dan menarik pengguna. Penggunaan desain yang minimalis kadangkala lebih disukai oleh pengguna karena tidak memaksa mata mereka untuk bekerja lebih keras. Pola desain seperti ini dapat dilihat dari penggunaan white space yang minimum. Namun, penggunaannya yang terlalu banyak dan dalam areal yang besar akan menjadikan website tersebut kurang menarik. Pada wbsite studentsite desain yang diaplikasikan sunggu sederhana. Menurut saya ini nilai lebih buat website ini. Desain yang sederhana membuat pengguna nyaman dan tidak pusing dalam mengakses website. Permukaan yang putih pada bagian utama halaman home mendeskripsikan bahwa bagian tersebut adalah bagian yang di halaman lainnya akan berubah sesuai nama halamannya. Kemudian bagian header dan footer berwarna hitam mendeksripsikan bahwa bagian tersebut bersifat konsisten.

9. Help Users Recognise, Diagnose, and Recover from Errors (Bantuan Pengguna Mengakui, Mendiagnosa, dan Recover dari Kesalahan)
Pesan kesalahan atas suatu aksi dalam sebuah website sangatlah diperlukan. Hal ini bertujuan agar pengguna tidak kebingungan dalam menentukan langkah berikutnya seperti apa. pada studentsite.gunadarma.ac.id saya mencoba untuk login dengan memasukkan password yang salah.hasilnya form yang saya isikan kembali kosong. Tidak memberikan pesan bahwa saya salah memasukkan data. Solusi yang seperti ini dapat membuat user berfikir bahwa dia belum memasukkan username dan password sama sekali.

10. Help and Documentation (Bantuan dan Dokumentasi)
Sama halnya ketika kita memberi sebuah alat elektronik. Biasanya akan ada buku petunjuk yang bisa memudahkan pembeli dalam menggunakan alat tersebut. Pun dalam hal sistem/website. Hal tersebut sangat diperlukan guna membantu user dalam mengakses informasi yang diperlukannya. Fasilitas kontak menjadi solusi bagi tiap mahasisa Universitas Gunadarma jika mengalami masalah dalam melakukan login ke akun mereka.

sumber : http://diamondisme.wordpress.com/category/uncategorized/