Minggu, 13 Juli 2014

Pesan Terakhir Nabi

DALAM sejarah Islam, yang dianggap sebagai pesan terakhir Nabi Muhammad Saw adalah khotbah beliau tatkala Haji Wada atau haji penghabisan pada 9 Zulhijah 10 Hijriyah atau 7 Maret 632. Namun kemudian beredar surat peringatan terakhir Nabi dari Mekah di Nusantara. 
“Sebuah terjemahan peringatan semacam itu (dalam bahasa Sunda) pernah jatuh di tangan saya,” kata Snouck Hurgronje dalam Kumpulan Karangan Snouck Hurgronje I. “Dikatakan bahwa tulisan itu diumumkan oleh Raja di Mekah atas perintah Nabi pada permulaan abad ke-13 Hijriyah.” 
Surat peringatan semacam itu, baik dalam bahasa Arab maupun bahasa Sunda, beredar luas dan umumnya berisi tentang kiamat sudah dekat. 
Sebuah surat berisi seorang bernama Syekh Abdallah bermimpi bertemu Nabi yang berwasiat kepadanya. Isinya: “Hai Syekh Abdallah... ini sesungguhnya adalah peringatan terakhir... Beritahukan mereka, bahwa hari kiamat sudah dekat, gerbang permohonan pengampunan segera ditutup. Hari kiamat sudah memberikan tanda di Ka’bah dan malaikat Jibril telah memberi tahu kepadaku, bahwa dia akan turun sepuluh kali di dunia untuk mencabut kebenaran, cinta dari hati para bersaudara, karunia, kesabaran, sifat lemah lembut, iman dari hati para hartawan, ilmu pengetahuan, dan yang kesepuluh penghormatan terhadap Quran dari hati kaum yang beriman.” 
Selain memilikinya, Hurgronje membaca di suratkabar NieuwsRotterdamsche Courant (4 Juni 1884) dan Nieuws van den Dag (5 Juni 1884) yang mengutip Het Algemeen Dagblad mengenai isi surat itu. Suratkabar tersebut juga mengabarkan bahwa umat Muslim Priangan dilanda ketakutan karena gambaran mimpi itu diceritakan setiap minggu di masjid-masjid. Di suratkabar Nieuws van den Dag (9 Juni 1884), yang dibaca Hurgronje, ditunjukkan panjang-lebar akibat buruk dari kegelisahan-kegelisahan itu.
Surat peringatan lain terbit dalam dua versi: ditandatangani Raja (Syarif) Mekah Mohamad Ja’far ibn ‘Abd al-Khaliq dan Abdus Sarip. “Raja Arab (sic), yang katanya telah menerima wahyu dari Nabi, menyebarluaskan propaganda yang berisi ramalan eskatologis,” tulis Sartono Kartodirdjo dalam Pemberontakan Petani Banten 1888.
Menurut Sartono, surat itu memuat gambaran mesianik klasik tentang malapetaka dan bencana-bencana mengerikan yang akan menimpa manusia menjelang “akhir zaman”. Surat itu berisi pesan yang mengandung makna eskatologis, seruan agar manusia menjauhkan diri dari perbuatan menghinakan Tuhan, berzina, bersikap sombong, hidup mewah, dan makan riba. Ia juga berseru agar manusia menyucikan kehidupan rohani mereka dengan jalan bertobat dan menjalankan kewajiban agama. 
Pada akhir 1883, polisi Banten menyita sebuah surat selebaran dari seorang bernama Misru. “Dia mendapatkannya dari saudaranya, Asta, yang membeli dari Mas Hamim dari Pakojan (Pinang, Kota Tangerang). Katanya, surat itu ditulis oleh Syarif Mekah pada 1880, meskipun terdapat petunjuk-petunjuk yang kuat bahwa ia ditulis di Jawa,” tulis Sartono. 
Hurgronje bahkan memastikan, dari susunan dan beberapa bagian isinya, tulisan itu bukan berasal dari tanah Arab atau setidak-tidaknya secara khusus dan sengaja disesuaikan dengan pengetahuan umat Muslim di Hindia Belanda; mereka hendak dibujuk, digugah, dan dikobarkan semangat pada agama.
Yang menarik –mungkin dalam surat peringatan yang lain– secara khusus disebutkan kewajiban mengirimkan sumbangan ke Mekah dan menunaikan ibadah haji. Anjuran agar menunaikan ibadah haji terkait dengan tanda-tanda bahwa “apabila selama waktu tujuh tahun tidak ada orang yang beribadah haji, maka sewaktu bangun tidur esok hari orang akan melihat Ka’bah sudah hilang, sehingga orang tidak melihat bekasnya lagi,” tulis Hurgronje.
Lebih lanjut Hurgronje menerangkan, surat peringatan itu mengingatkan pembacanya pada berbagai bencana yang tak lama berselang dialami umat manusia seperti wabah penyakit, banjir, gempa bumi; selanjutnya pada isyarat-isyarat khusus yang telah menampakkan diri, misalnya Batu Hitam (Hajar Aswad) di Ka’bah lambat-laun akan menghilang atau pintu Ka’bah tak dapat dibuka lagi. Berdasarkan itu semua diramalkan Hari Kiamat sudah dekat dan dinasihati kepada kaum yang percaya untuk mempersenjatai diri dengan ketaatan pada agama dan perbuatan-perbuatan baik. 
“Dianjurkan untuk menyebarluaskan surat peringatan itu, bahkan jika tidak percaya dengan peringatan itu bisa dianggap sebagai perbuatan kafir,” tulis Hurgronje. 
Yang jelas, antara tahun 1880 sampai 1885 sejumlah besar surat selebaran keagamaan itu beredar di Aceh, Lampung, Banten, Batavia, dan Priangan. Karena tarekat Qadiriyah-Naqsyabandiyah, sebagai organisasi gerakan pemberontakan, berkembang di bawah tanah, penyebarluasan surat itu tak mengkhawatirkan para pejabat Belanda. 
“Menurut pendapat mereka surat itu bersifat komersial karena menyangkut usaha mencari calon jemaah haji,” tulis Sartono. “Belakangan mereka memperkirakan surat itu akan menimbulkan keresahan di kalangan rakyat, mengingat baru saja rakyat dilanda gelombang kepanikan setelah terjadi wabah penyakit dan bencana alam antara tahun 1879 sampai 1883.” 
Wabah dan bencana dianggap sebagai teguran dari Tuhan serta pertanda untuk segera melancarkan pemberontakan terhadap penguasa kafir Belanda dan menjadikan bumi Banten sebagai wilayah Islam (Dar al-Islam). Surat ederan dari Mekah itu, yang isinya dikenal sebagai “Peringatan terakhir dari Nabi”, menjadi pembakar semangat rakyat Banten untuk memberontak. Surat peringatan tersebut dijadikan indoktrinasi pemberontakan yang dilakukan dalam pertemuan-pertemuan di masjid, mushola, atau tarekat. Revolusi sosial, yang disebut Sartono sebagai pemberontakan petani Banten, meletus pada 9 Juni 1888.
Surat tentang peringatan terakhir Nabi masih beredar hingga kini.Bahkan menyebar di dunia maya, melalui situs, email, atau milis. Isi wasiatnya sama: kiamat sudah dekat. Bedanya, kali ini penerima wasiatnya adalah Syekh Ahmad, juru kunci makam Nabi. 
Banyak orang mempertanyakan kebenarannya. Bagi ulama besar Mesir Syekh Yusuf al-Qaradhawi, kemunculan surat wasiat ini bukan saja baru-baru ini, tetapi dia telah melihatnya sejak puluhan tahun lalu. Syekh Yusuf lalu mencari informasi tentang Syekh Ahmad dan aktivitasnya kepada orang-orang di Madinah dan Hijaz. Ternyata tak seorang pun pernah melihat dan mendengar berita mengenai Syekh Ahmad. Syekh Yusuf lalu memberikan fatwa dalam bukunya Hadyul Islam Fatawi Mu’ashirah pada 2001 –terbit dalam bahasa Indonesia menjadi Fatwa-Fatwa Kontemporer. Isinya: segala isi pesan terakhir Nabi itu tak ada arti dan nilainya sama sekali dalam pandangan agama. 
Majelis Fatwa Kebangsaan Malaysia pada 1978 mengeluarkan fatwa terhadap selebaran itu: “Barang siapa dengan sengaja menyebarkan risalah ini adalah melakukan syirik dan tidak mustahil jatuh murtad, melainkan dia bertaubat dan menarik balik perbuatannya itu terhadap siapa pun yang telah dikirimkan risalah ini.” Menurut Majelis, antara tahun 1881 sampai 1979, tak ada penjaga makam Nabi bernama Syekh Ahmad.

sumber : https://id.berita.yahoo.com/pesan-terakhir-nabi-213603105.html

FAKTOR KEMENANGAN PRESIDEN PILIHAN SAYA

Pemilu Presiden (Pilpres) serentak dilakukan diseluruh pelosok Indonesia, Rabu, 9 Juli 2014 telah usai.  Sebanyak lebih dari 185,5 Juta orang di 33 provinsi di Indonesia yang terdaftar sebagai DPT (Daftar Pemilih Tetap) di KPU (Komisi Pemilihan Umum) juga usai memberikan suaranya untuk calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pilihan mereka. Prabowo-Hatta dan Jokowi-Jusuf Kalla adalah dua pasangan yang maju bertarung sebagai capres-cawapres untuk pemerintahan Indonesia 2014-2019.
Dari hasil perhitungan cepat sementara terdapat beberapa faktor yang membuat pasangan ini memperoleh suara unggul. Yaitu :

1.    partai yang mengusung pasangan ini pada pemilihan legislatif lalu tercatat sebagai beberapa yang terbesar perolehan suaranya.

2.    Beberapa tokoh pada suatu daerah ikut turun mendukung pasangan tersebut.

3.    Kampanye yang dilakukan timses pasangan ini mampu menarik simpati warga.

4.    Solid nya timses parpol pasangan yang bersangkutan mampu bekerja hiingga tingkat bawah


5.    Peran media yang andil dalam memaksimalkan dukungan terhadap pasangan tersebut.

kriteria presiden pilihan saya

Menurut saya presiden yang cocok untuk mempimpin negeri Indonesia adalah yang Agamis, kaya, Nasonalis ,Cerdas dan Tegas.

Agamis : seorang presiden harus mengenal agamanya. Dengan agama seorang pemimpin dapat memikirkan hal yang baik terhadap rakyatnya. Walaupun tidak semua orang dapat menerima keputusan yang ia peroleh terhadap suatu hal. Namun ia memiliki keyakinan yang tinggi  bahwa semua keputusan memiliki jalan yang baik apalagi jika keputusan tersebut baik untuk kehidupan rakyatnya terutama moral. Termasuk dalam hal kejujuran. Karena setiap agama mengajarkan bagaimana cara berperilaku jujur terutama terhadap kas negara yang dapat dipergunakan dalam mencapai kemakmuan. Namun kemakmuran belum tentu menjadi suatu kepuasan rakyat terhadap suatu pemimpin. Melainkan dapat menjadi bumerang bagi negeri tersebut karena terbiasa dengan kebutuhan yang selalu terpenuhi.

Kaya : dengan harta cukup yang dimiliki seorang pemimpin. Tingkat kecurangan terhadap uang rakyat tidak perlu diresahkan. Seorang pemimpin yang kaya dapat mengatur stabilitas ekonomi negaranya. Dengan stabilitas ekonomi yang baik maka suatu negara dapat menafkahi  rakyatnya dengan baik. Tingkat kecurigaan terhadap motif ekonomi oleh rakyat kecil.

Nasionalis : cinta tanah air, bangsa, budaya dan bangsa merupakan hal yang diidam-idamkan oleh rakyat. Pemimpin yang nasionalis tau bagaimana cara mengembangkan kemampuan rakyatnya, mengerti bagaimana cara menjaga budaya nya. Paham bagaimana cara memberi batasan terhadap agama yang satu dengan agama yang lain namun tetap rukun serta dapat menentang segala bentuk penindasan yang mengancam bangsanya.

Cerdas : cerdas adalah berpikir bagaimana seseorang dapat menjadikan diri sendiri berfikir maju dan berfikir untuk membenahi diri. Orang yang cerdas lebih dapat menguasi suatu hal. Ini berifat mutlak karena kecerdasan merupakan pemberian tuhan. Berbeda dengan pintar yang harus belajar terlebih dahulu agar mengerti suatu hal.


Tegas : pemimpin yang tegas adalah pemimpin yang dapat memipmpin dirinya sendiri. Mencapai suatu keputusan atas dasar yang tepat tidakmengarang. Berani mengatakan suatu kebenaran dengan lugas dan dapat dipertanggung jawabkan sehingga dapat menjadikan pemimpin tersebut sebagai panutan.

10 mobil terseksi di dunia

Seksi, kata ini mungkin kerap dilontarkan dari mulut pria saat melihat seorang kaum hawa dengan bodi langsing, wajah rupawan, dan pastinya sedap dipandang mata. Namun, tak hanya wanita yang selalu menjadi objek dari kata seksi. Majalah otomotif online ternama, Autoguide, merangkum 10 model mobil yang masuk dalam kategori seksi.

Autoguide, Jumat 11 Juli 2014, tak menyebutkan penilaian apa yang menjadi standardisasi mobil seksi. Namun, yang pasti, 10 mobil seksi ini merupakan model mobil terbaru antara 2013 hingga 2014. 

Melihat daftar yang diajukannya, 10 model mobil ini memang dikenal memiliki desain yang ciamik, serta performa yang mumpuni saat dibesut di jalan raya. Mobil-mobil itu juga diketahui memiliki harga-harga tak murah dan hanya sanggup dibeli para konglomerat berkocek tebal.

Dari 10 mobil tersebut, semuanya merupakan model sedan termasuk supercar. Bahkan, salah satu mobil terbaru dari Lamborghini yaitu Huracan juga masuk dalam kategori mobil terseksi.

Berikut 10 mobil seksi menurut Autoguide:

1. Lamborghini Huracan

2. Ferrari F12 Berlinetta





3. Maserati Gran Turismo



4. McLaren P1


5. BMW i8



6. Tesla Model S


7. Mercedes-Benz SLS AMG GT



8. Aston Martin Vanquish Volante



9. Alfa Romeo 4C


10. Audi RS5

sumber : http://otomotif.news.viva.co.id/news/read/520765-ini-10-mobil-terseksi-di-dunia


Lima Tempat Jajanan Malam Asik di Jakarta

Rasa lapar yang sering menyerang saat malam menjelang dapat diibaratkan seperti guilty pleasure. Berat badan selalu menjadi alasan banyak orang menahan lapar pada malam hari, walaupun sebenarnya mereka ingin makan. Nah bagi Anda yang santai dengan cemil-cemil malam dan juga suka mencari jajanan malam hari, berikut pengguna Zomato Indonesia memberikan lima tempat jajanan malam asik rekomendasi mereka.

 1.    Bubur Kwang Tung
Warung bubur yang terletak di daerah Pecenongan ini bisa dikatakan hampir tidak pernah sepi. Walaupun bukan restoran besar tetapi jangan kaget kalau Anda kesana akan menemukan antrian panjang. Kelezatan varian Bubur Kwang Tung sepertinya sudah melegenda, apalagi bubur kepiting ikonik milik mereka. Dengan porsi besar yang bisa dimakan dua hingga tiga orang dan jam buka yang 24 jam menjadikan tempat ini menjadi salah satu tempat favorit saat lapar tengah malam melanda.

 2.    Locale24 Diner and Bar
Berada di kawasan Pantai Indah Kapuk, tempat makan sekaligus tempat nongkrong yang sedang hits ini memang berhasil menarik banyak orang untuk datang. Konsep ruangan yang ditawarkan olehLocale24 Diner and Bar memang sangat kekinian dan unik ditambah lagi varian sajian dan pertunjukan dari para DJ saat malam menjadi daya tarik tersendiri untuk para pengunjung.

 3.    Sate Ayam Kambing RSPP
Bila Anda tipikal yang sering menilai rasa makanan dari bentuk bangunannya, sepertinya Anda perlu berpikir ulang bila datang ke tempat ini. Berlokasi tepat didepan RS Pusat Pertamina, Sate Ayam Kambing RSPP ini memang sudah cukup legendaris. Dengan bentuk bangunan seadanya, tapi rasa dari sate yang disajikan lebih dari ala kadarnya. Sate ayam dan kambing disini selalu habis sebelum warung tutup setiap harinya. Bagi para pecinta daging kambing rasanya wajib mencoba warung sate ini.

 4.    Warung Nagih
Bagi para pecinta jajanan malam pasti sudah sering mendengar tempat bernama Warung Nagih yang terletak di kawasan Kapten Tendean. Warung yang terkenal dengan sajian roti bakarnya itu memang sedang melejit beberapa waktu belakangan ini. Inovasi dan ide kreatif yang menyajikan berbagai jenis topping yang setiap waktunya terus berkembang membuat tempat ini terus melejit. Mulai dari topping rainbow yang berisi corn flakes warna-warni sampai dengan rasa green tea dihadirkan ditempat ini. Cocok untuk Anda yang suka mengemil yang manis-manis pada malam hari.

 5.    Suwe Ora Jamu
Lokasinya yang cukup tersembunyi di daerah Petogongan tidak membuat tempat yang masih cukup baru ini sepi dari pengunjung. Konsep dekorasi tempo dulu yang diusung oleh Suwe Ora Jamu memang menarik banyak pengunjung untuk datang dan mencicipi sajian-sajian tradisional. Peralatan makan yang digunakan juga berbahan dasar kaleng loreng-loreng seperti yang biasa Anda temukan dirumah para sesepuh zaman dahulu. Pengalaman dan cita rasa menjadi alasan kuat Anda harus mencoba tempat ini saat lapar menghampiri saat malam hari.

sumber : https://id.she.yahoo.com/lima-tempat-jajanan-malam-asik-di-jakarta-022917949.html

Ternyata Menguap Itu Sehat

 Hampir semua orang berkata bahwa menguap adalah tanda bahwa kita mengantuk. Menguap adalah sinyal yang dikirimkan oleh tubuh karena tubuh minta disegarkan lagi agar informasi yang diterima bisa lebih efisien. Untuk mengembalikan konsentrasi, beri waktu 10 menit untuk menggerakan tubuh dan bernafas. Hal ini akan membantu memperlambat gelombang otak sehingga otot lebih santai. Seperti yang dilansir dari Besthealthmag.ca, berikut adalah manfaat menguap yang baik untuk tubuh!
Meningkatkan efisiensi mental
Otak sering mengalami kelelahan. Hal ini akan bertambah parah jika tubuh tidak melakukan banyak hal sehingga otak secara otomatis akan merangsang syaraf agar lebih reaktif dan sadar. Hal ini dapat meningkatkan tingkat kewaspadaan dan meningkatkan memori.

Menghidupkan ritme tubuh
Ritme sirkadian ini membantu mengingatkan batas alami dalam siklus aktivitas dengan cara mengingatkan bahwa ini bukan saatnya untuk tidur. Menguap juga berguna untuk mengurangi efek jet lag saat sedang bepergian.

Mengurangi stres
Ketika menguap, kadar dopamin akan meningkat. Hal itu dapat mengurangi tingkat stres berlebihan yang dialami otak dan meningkatkan kinerja otak. Semakin sering menguap, maka semakin banyak bahan kimia alami yang diaktifkan sehingga tubuh bisa makin segar dan bahagia.

sumber : https://id.she.yahoo.com/ternyata-menguap-itu-sehat-160000670.html

Dilema Orangtua Masa Kini

Oleh irasistible



“Bu, tolong di rumah Nadira dibimbing lebih lanjut lagi untuk belajar membaca ya. Supaya membacanya lebih lancar.”
Kalimat itu diucapkan guru sekolah Nadira beberapa waktu lalu saat saya menjemput Nadira di sekolahnya. Terus terang, saya terkejut. Sepengetahuan saya, kurikulum TK A, di mana Nadira saat ini berada, seharusnya belum belajar calistung dengan serius. Lha kok ini gurunya malah menyuruh saya untuk mengajari Nadira baca supaya lebih cepat bisa? Saya pun jadi bingung.
Tekanan serupa saya dapatkan dari sesama orangtua murid di sekolah Nadira, maupun ibu-ibu lain yang saya kenal. Rata-rata sudah menyuruh anak-anaknya les calistung sejak usia empat tahun. Bahkan tak sedikit yang memasukkan anaknya di kursus serupa pada usia batita.
Tak heran jika di sekolah, Nadira sering cerita bahwa teman-temannya banyak yang telah pandai membaca. No wonder, saat ada tes kecil-kecilan di sekolah, Nadira menjadi satu di antara beberapa siswa yang tergolong lama mengerjakan tugas karena kemampuan calistung mereka belum optimal.
Terus terang, saya punya idealisme untuk tidak memasukkan anak saya ke kursus pelajaran semasa dia masih duduk di bangku taman kanak-kanak. Saya masih percaya bahwa masa kanak-kanak itu seharusnya dihabiskan dengan bermain dan berkreasi, bukannya belajar, belajar dan belajar.
Saya memang tidak mengharapkan anak saya lancar membaca, menulis dan berhitung di usianya saat ini. Jadi kalau dibilang saya santai, ya memang iya. Sehari-hari Nadira cuma main, nggak ada kursus sama sekali.

Apalagi dalam berbagai seminar pendidikan anak yang pernah saya ikut, berbagai buku parenting yang saya lahap, serta mengingat pengalaman pribadi, saya percaya bahwa anak-anak tidak boleh dibebani urusan pendidikan sejak dini. Kelak, mereka akan paham kapan waktunya untuk belajar dan kapan waktunya untuk main. Seperti saat saya kecil dulu. Meski orangtua saya tidak pernah memasukkan saya di berbagai kursus, serta jarang menyuruh saya belajar, nilai saya di sekolah selalu bagus.
Idealisme saya di bidang pendidikan anak bertarung dengan kenyataan yang ada. Siapa sih orangtua yang mau anaknya tertinggal dibandingkan anak-anak lain? Siapa sih orangtua yang rela anaknya rendah diri karena kemampuannya di bawah teman-temannya?
Ujung-ujungnya, galau deh. Teman sekolah Nadira ada yang sudah les Bahasa Inggris sejak setahun lalu. Ada juga yang les calistung plus robotik. Atau seorang teman saya mengaku memasukkan anaknya di kursus calistung, kumon, dan bahasa asing sejak usia 3 tahun.
Saya jadi bingung menjelaskan kalo ditanya, Nadira les apa. Terus rasa bingung itu bertambah saat masing-masing membanggakan anak-anaknya yang sudah lancar membaca, menulis, berhitung, dsb. Anak saya? Baru kenal huruf dan mengeja sedikit. Dan menurut pendapat saya, ini wajar-wajar saja. Ternyata eh ternyata, nggak wajar lho menurut ibu-ibu lain, juga beberapa orang guru.
Apalagi ada beberapa ibu yang men-judge bahwa saya careless dan tidak peduli anak karena saya bekerja dan sering tugas ke luar kota. “Pantas anaknya belum bisa baca, ibunya ke luar kota terus sih,” begitu makna dari tatapan mereka saat saya cerita Nadira belum bisa membaca.
Bagi para ibu ini, peduli anak = memasukkan anak ke berbagai kursus dan “memecut” mereka untuk belajar setiap malam. Tambah risau lagi nggak sih?
Saya sempat berpikir, apakah saya salah memilih sekolah yang menuntut muridnya belajar calistung sejak dini? Tapi setelah saya berbincang dengan teman-teman yang anaknya sekolah di berbagai TK lain, rupanya banyak yang punya pengalaman dan dilema seperti saya. Mereka ingin anak-anaknya bermain semasa kecil, tapi pihak sekolah menuntut untuk belajar. Alasannya, supaya nanti terbiasa menghadapi beban lebih berat di SD.
Duileh, dengar alasannya aja langsung stres membayangkan beban apalagi yang ada di anak-anak SD nanti ya? Makanya, saya sangat berharap pemerintah mengkaji ulang kurikulum pendidikan dini dan dasar di seluruh Indonesia. Supaya anak-anak hepi dan nggak ada lagi ortu-ortu bingung seperti saya saat ini.
Oh ya, untuk kursus sendiri, mulai tahun depan saya menyerah. Saya akan memasukkan Nadira ke kursus. Tapi yang saya pilih sepertinya adalah kursus menari daerah dan mengaji. Untuk kursus calistung dan pelajaran, hmm… Nanti dulu deh. Saya tidak mau bilang tidak. Kalau memang anaknya tertarik, ya mungkin saja. Tapi prinsip saya, jika saya bisa mengajarinya sendiri, kenapa harus dilakukan orang lain? :)

sumber :https://id.she.yahoo.com/dilema-orangtua-masa-kini-120416909.html