Sabtu, 12 Juli 2014

MOBIL TANPA SUPIR DARI GOOGLE

Mobil tanpa supir buatan Google telah berhasil berjalan sejauh 300.000 mil atau 482.803,2 kilometer tanpa kecelakaan sedikit pun. Jika panjang lingkar Bumi sekitar 25.000 mil, itu artinya mobil tersebut telah mengelilingi Bumi sebanyak 12 kali putaran.

"Untuk memberikan pengalaman terbaik, kami harus mengusai jalanan yang tertutup salju, menafsirkan sinyal konstruksi, dan menangani situasi sulit lainnya yang banyak dihadapi pengemudi," kata Chris Urmson, pemimpin ahli mesin untuk Google.

Urmson mengatakan, untuk langkah selanjutnya, anggota tim mobil tanpa supir akan segera mulai menggunakan mobil tunggal, bukan pasangan, untuk berbagai hal seperti perjalanan untuk bekerja.

Umron menyebutkan, keberhasilan tersebut merupakan sebuah tonggak penting. Soalnya hal ini membawa teknologi tersebut selangkah lebih dekat untuk setiap komuter. "Suatu hari kami berharap kemampuan ini dapat membuat orang lebih produktif dengan menggunakan mobilnya. Namun untuk saat ini tim kami akan tetap berada di kursi kemudi dan mengambil kontrol jika diperlukan," kata dia.

Urmson menjelaskan, sementara ini timnya tengah menguji logaritma mereka untuk tipe kendaraan lainnya. Mereka mencoba menambahkan pada mobil Lexus RX450h untuk membantu menyempurnakan referensi pada lingkungan yang berbeda dan medan yang berbeda pula.

"Dengan terobosan kami merasa lebih optimis mengirim teknologi ini pada masyarakat dan secara dramatis akan meningkatkan pengalaman berkendara mereka," kata dia.

Pada Juni 2012 lalu, Departemen Kendaraan Bermotor Nevada mengumumkan bahwa mereka telah memberikan lesensi pada Google untuk menguji mobilnya di jalanan umum. Izin tersebut merupakan lisensi nasional pertama mereka.

Depertemen tersebut mengatakan, setelah melakukan demonstrasi di jalanan Las vegas dan Kota Carson, mobil tersebut aman, dan bahkan mungkin lebih aman dari manusia.

Urmson menyatakan peluncuran mobil tersebut masih akan lama. Namun sebuah rumor dari dalam Google menyebutkan mobil itu akan meluncur ke pasar sekitar tiga hingga lima tahun ke depan.

SUMBER : http://www.tempo.co/read/news/2012/08/10/123422601/Ini-Mobil-Tanpa-Sopir-Buatan-Google

Debut Teknologi Garis Gawang di Piala Dunia

Teknologi garis gawang akhirnya memulai debutnya pada Piala Dunia Brasil 2014. Setelah melalui perdebatan dan uji coba cukup lama terkait dengan keandalannya, FIFA akhirnya menunjuk GoalControl GmbH sebagai penyedia dan pengoperasi TGG untuk Piala Dunia yang akan bergulir 12 Juni nanti itu.
Dunia sepak bola patut berterima kasih kepada Frank Lampard. Tendangan jarak jauh gelandang tim Inggris itu pada Piala Dunia Afrika Selatan 2010 memunculkan kontroversi yang mendorong perubahan kebijakan FIFA terkait penggunaan teknologi garis gawang (TGG).

Gol Lampard pada laga melawan Jerman yang tidak disahkan wasit membuat Inggris kalah dari Jerman pada laga itu. Padahal, dari rekaman kamera televisi, jelas sekali bola masuk ke dalam gawang       jerman.
Kesalahan itu terus menghantui FIFA. Presiden FIFA Sepp Blatter semula berkeras bahwa faktor kesalahan manusia atau wasit dalam pertandingan sepak bola adalah bagian dari keunikan sepak bola itu sendiri. Namun, dengan semakin biasanya penggila bola menyaksikan laga sepak bola melalui pesawat televisi, kesalahan wasit bisa benar-benar ditelanjangi dari bukti rekaman di televisi itu.

Perdebatan pun kemudian mengarah pada pertanyaan apakah dianulirnya sebuah gol yang dari rekaman sebenarnya sah murni karena wasit tidak melihat atau wasit mempunyai kepentingan untuk memenangkan salah satu pihak?

Badan tertinggi sepak bola dunia itu akhirnya mengakui perlunya penggunaan TGG agar kredibilitas turnamen sekelas Piala Dunia tak diragukan sekaligus mengurangi kemungkinan wasit memiliki kepentingan untuk memenangkan tim tertentu.

Uji coba penerapan TGG sudah dilakukan pada Piala Konfederasi 2013 dengan hasil memuaskan. Instalasi dan uji coba sistem TGG untuk Piala Dunia 2014 sudah dilakukan di 12 stadion penyelenggara pertandingan Piala Dunia 2014, dan hasilnya juga memuaskan.

Bagaimana cara kerja TGG? Prinsipnya cukup sederhana, yaitu dengan menggunakan 14 kamera berkecepatan tinggi yang ditempatkan di lapangan. Ke-14 kamera itu lalu dibagi menjadi dua, yaitu tujuh kamera mengarah ke tiap-tiap gawang.

Posisi bola di sekitar gawang itu secara otomatis ditangkap secara tiga dimensi dan indikasi mengenai telah terjadi gol langsung dikonfirmasikan kepada wasit hanya dalam waktu 1 detik melalui jam tangan khusus untuk wasit yang berfungsi sebagai transmisi. Wasit bisa langsung membaca apakah terjadi gol atau tidak. Sistem TGG yang digunakan pada Piala Dunia Brasil itu memang tak berbeda dengan sistem yang telah digunakan lebih awal di Liga Inggris.

Sistem dengan menggunakan sejumlah kamera berkecepatan tinggi itu mengalahkan usulan teknologi garis gawang lainnya. Salah satunya adalah sistem TGG yang memasukkan sensor cip magnetik ke dalam bola yang digunakan.



Sistem itu juga dilengkapi dengan kabel beraliran listrik kecil yang ditanam di sepanjang garis gawang untuk ”berkomunikasi” dengan sensor yang ada di dalam bola tersebut. Namun, sistem ini dianggap malah bisa mengganggu pemain sehingga sistem kamera itulah yang dipakai. (FIFA.com/OKI).

sumber : http://bola.kompas.com/read/2014/06/05/1119001/Debut.Teknologi.Garis.Gawang.di.Piala.Dunia

Jumat, 23 Mei 2014

LAMBORGHINI MADURA

Mimpi mobil buatan Indonesia menjadi produk dunia mungkin belum bisa tercapai. Tapi setidaknya nama-nama dari Indonesia berhasil memikat para pembuat mobil ternama di dunia.

Digunakannya nama mobil dari bahasa Indonesia menjadi suatu kebanggaan dan kehormatan tersendiri. Karena umumnya produk global menggunakan bahasa Latin, Spanyol, Jepang, dan lainnya.

Nama-nama Indonesia dinilai cukup menjual dan mudah diingat oleh konsumen. Selain itu bisa mewakili karakter dari mobil tersebut. Adalah Mahasiswa Munich University, Slavche Tanevsky, yang menjadikan nama pulau di Indonesia, Madura, sebagai nama untuk varian Lamborghini terbaru.

Tanevsky berkolaborasi dengan desainer Lamborghini dan Audi membuat Lamborghini Madura. Menurutnya, dipilihnya Madura diambil dari nama pulau yang terkenal dengan budaya karapan sapi, cocok dengan mobil berlambang banteng ini.



Menurut Tanevsky, Madura adalah proposal untuk proyek mobil hybrid Lamborghini pertama yang dijadwalkan akan rilis pada tahun 2016.

Lalu apa saja kehebatan Lamborgini Madura? Desainnya sekilas menyerupai tampilan Lamborghini Reventon dan mobil konsep Estoque. Namun, secara keseluruhan desain Madura lebih ramping dan agresif. 

Bagian depan Lamborghini Madura, mengusung lampu ramping untuk mempertegas kesan lebar pada mobil, dihiasi dengan lubang udara besar serta kap mesinnya yang memiliki lekuk unik.

Bagian buritannya, posisi mesin hybrid yang berada di bagian depan, membuat Tanevsky dapat membuat garis-garis rumit yang membantu menjadikan tampilan Lamborghini Madura Concept memiliki tampilan yang sangat unik, menarik dan seksi.

SUMBER : http://otomotif.news.viva.co.id/news/read/300614-foto--menanti-si-seksi-lamborghini-madura

Marah Bikin Anda Susah Sembuh

Pepatah lama menyatakan bahwa tertawa adalah obat terbaik, sedangkan emosi dan amarah dapat mendatangkan penyakit. Sebuah penelitian membuktikan bahwa mereka yang "tersiksa" oleh amarah cenderung sembuh lebih lama dari cedera.

Berbagai penelitan sebelumnya mengindikasikan adanya hubungan antara perilaku temperamental, apakah itu menggertak ataupun ugal-ugalan di jalan raya, dengan tingginya kasus penyakit jantung koroner, hipertensi, dan stroke, khususnya di antara para pria.

Namun, penelitian yang pernah dipublikasikan jurnal Brain Behaviour Immunity, menunjukkan, betapa amarah sangat berpengaruh terhadap proses penyembuhan. Riset yang dilakukan ilmuwan dari Universitas Ohio ini merupakan eksperimen pertama mengukur secara langsung efek amarah terhadap penyembuhan.

Dalam risetnya, para peneliti melibatkan 98 partisipan yang diberi luka kecil pada lengan. Para partisipan dipantau selama delapan hari dan dilihat seberapa cepat luka pada kulit ini sembuh dengan sendirinya.

Sebelumnya, partsipan harus melewati semacam psikotes untuk mengetahui seberapa mudah mereka sering merasakan atau meluapkan kemarahan. Lalu, peneliti membuat peringkat berdasarkan "skala kemarahan”. Partisipan yang mengonsumsi sejenis obat-obat tertentu, merokok, minum kopi atau kafein dalam jumlah banyak dicoret dari penelitian. Hal sama juga diberlakukan pada mereka yang berat badannya terlalu ekstrem (baik kurus atau gemuk).

Hasilnya tampak jelas. Partisipan yang bermasalah dalam mengontrol emosi atau kemarahan kecenderungannya empat kali lebih lama sembuh atau butuh waktu untuk pulih lebih dari empat hari dibanding mereka yang dapat mengendalikan amarah.

Namun, para peneliti juga terkejut ketika menemukan bahwa kemarahan ini juga memiliki semacam nuansa. Partisipan yang digambarkan menunjukkan sikap “anger out” (ledakan dari agresi biasa) atau “anger in” (kemarahan yang diluapkan secara tak sadar) sembuh hampir secepat mereka yang memiliki peringkat rendah pada semua skala kemarahan. Hanya mereka yang telah mencoba, tetapi gagal untuk mempertahankan perasaan amarahnya butuh waktu yang lama untuk sembuh.

Peneliti juga mencatat bahwa kelompok yang sama ini menunjukkan sekresi hormon stres atau kortisol yang tinggi, yang setidaknya menjelaskan perbedaan waktu pemulihan. 

Riset sebelumnya telah menunjukkan hubungan yang jelas antara kortisol dan amarah.  Pria yang berteriak pada pasangannya saat bertengkar tubuhnya mengeluarkan hormon modulator endokrin dalam beberapa menit, seperti halnya para guru yang mengalami stres saat mengajar di kelas.

Peneliti mengindikasikan, kadar tinggi kortisol tampaknya menurunkan produksi dua jenis protein sitokin penting yang berperan dalam proses pemulihan. Sitokin adalah protein yang dilepaskan oleh sel-sel kekebalan tubuh. Protein ini berfungsi sebagai sinyal dalam memperluas sistem kekebalan tubuh. 

“Kemampuan dalam mengendalikan ekspresi kemarahan seseorang berkaitan secara klinis dengan dampak penyembuhan luka,” ungkap Jean-Philippe Gouin, psikolog dari Universitas Ohio, dalam kesimpulannya.

Dalam laporan riset disebutkan pula bahwa terapi mengendalikan amarah dapat membantu para pasien dalam memulihkan kondisi setelah pembedahan sehingga luka menjadi cepat sembuh.

http://health.kompas.com/read/2014/01/14/1433262/Marah.Bikin.Anda.Susah.Sembuh


MUSEUM LAYANG-LAYANG

Layang-layang pernah menjadi mainan favorit di Indonesia. Bagi sebagian orang, mengendalikan dan menggerakan layang-layang di udara menghadirkan kenikmatan tersendiri. Namun seiring bergesernya waktu, banyak yang meninggalkan permainan ini. Anak-anak pun beralih ke mainan modern, seperti video game. 

Untuk mengabadikan permainan tradisional ini, Endang Ernawati berinisiatif mendirikan Museum Layang-layang Indonesia di Jakarta. Di museumnya, pecinta layangan ini tidak hanya memiliki koleksi layang-layang dalam negeri saja. 

Endang juga punya sederet layangan mancanegara. Ia pun memamerkan beragam model layang-layang. Mulai dari layang-layang tradisional berbentuk diagonal, hingga layang-layang tiga dimensi yang menyerupai hewan dan manusia.

Asep Irawan, pemandu wisata Museum Layang-Layang Indonesia menjelaskan, ada sekitar 500 koleksi layang-layang di sana. Semua layangan dikumpulkan sejak Endang mulai menggeluti dunia layang-layang, tahun 1985. Sebagian besar koleksi merupakan hasil pembelian pengelola museum, namun beberapa layangan berasal dari sumbangan donatur.

"Ada satu koleksi yang bernama Layang-layang Megaray, kami membeli seharga Rp 50 juta," ujar Asep saat diwawancarai 
Plasadana.com untuk Yahoo Indonesia. "Maklum, itu layang-layang raksasa yang ukurannya 9x26 meter." 

Selain Layang-layang Megaray, museum yang berdiri sejak tahun 2003 ini juga menyimpan koleksi menarik lainnya. Seperti layang-layang asal Bali, berbentuk Dewi Sri dan barong; layang-layang Cina berupa naga; layang-layang Swedia berbahan bulu angsa; layang-layang Jepang berbentuk persegi empat; layang-layang berbentuk miniatur museum; hingga layang-layang untuk memancing ikan, khas Lampung.

"Bentuk dan desain dari layang-layang tersebut banyak yang menggambarkan kehidupan masyarakat setempat, beda tempat maka lain jenis dan kegunaannya," kata pria asal Bandung itu.

Asep mencontohkan, di sebagian masyarakat agraris seperti Banyuwangi, layang-layang menjadi sebuah instrumen upacara panen raya dan melambangkan rasa syukur. Lain lagi di Kalimantan Selatan, yang menggunakan layang-layang sebagai penanda sedang berlangsungnya pesta perkawinan. "Uniknya, layang-layang yang diterbangkan harus sepasang dan mewakili kedua mempelai," ujar dia.

Asep mengklaim, Indonesia sebagai surga bagi pencinta layang-layang. Selain mempunyai beragam jenis layangan, Indonesia juga tercatat sebagai pencipta layang-layang tertua di dunia. Hal itu, berdasarkan penemuan lukisan purba yang terdapat di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara. Gambaran manusia yang sedang menerbangkan layang-layang itu ditaksir lebih tua dari layangan buatan Cina yang berumur 2.500 sebelum Masehi. 

"Lukisan itu dibuat menggunakan darah binatang dan getah pohon," ujar Asep sembari menunjuk foto dan replika layang-layang buatan masyarakat Pulau Muna.

Jika tertarik ke Museum Layang-layang Indonesia, Anda cukup mengeluarkan uang Rp10 ribu. Dengan kocek itu, Anda bisa mendapatkan fasilitas pemutaran video layang-layang, keliling museum dengan iringan pemandu, dan simulasi membuat layang-layang. Jika ingin mendapatkan fasilitas tambahan, seperti melukis layang-layang, keramik, lampion, kipas, atau payung, ada biaya ekstra. Sekitar Rp12.500-Rp50.000, tergantung jenis fasilitas yang diinginkan. 

Anda juga bisa membeli atau memesan layang-layang khusus di museum ini. Untuk pemesanan, harganya berkisar Rp 30 ribu hingga Rp 5 juta, tergantung ukuran dan kerumitannya.

Nah, jika Anda berminat melepaskan penat, datang saja ke Museum Layang-layang Indonesia, di Jalan Haji Kamang Nomor 38, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Museum ini bisa Anda kunjungi sejak pukul 09.00-16.00 WIB dan buka setiap hari, kecuali libur nasional.
Penulis: Heru Budhiarto


Sumber : https://id.berita.yahoo.com/menghilangkan-penat-di-museum-layang-layang-024611127.html

Gedung Dengan Atap Bukit Beserta Vila

Cina memang dikenal memiliki banyak sekali tempat-tempat unik. Seperti halnya gedung yang dibangun oleh seorang profesor asal Beijing, Zhang Lin. Jika dilihat sekilas, gedung ini sama seperti gedung pada umumnya, namun begitu melihat ke atapnya, akan terlihat sebuah pemandangan yang tak seperti gedung biasa.

Bagaimana tak aneh, sebab Zhang Lin membangun sebuah vila pegunungan di atap gedung apartemen yang memiliki 26 lantai tersebut. Tentunya hal ini pun menyita perhatian penduduk sekitarnya dan menjuluki gedung tersebut sebagai gedung dengan struktur paling ilegal di Beijing.



Dibangun tanpa izin, vila tersebut dibuat seperti bangunan di tebing pantai yang dibuat menggunakan pohon dan rumput asli namun menggunakan batu imitasi.Awalnya, penduduk sekitar tak begitu memperhatikan bentuk bagian atas gedung berstruktur tinggi tersebut selama pembuatannya yang memakan waktu selama 6 tahun hingga sebuah media lokal memberitakan tentang gedung unik tersebut.
Pembangunan gedung yang tergolong ilegal ini pun mendapat kritikan yang sangat keras dari pemerintah setempat hingga sang pemilik mendapat ultimatum untuk memberikan bukti bahwa pembangunan tersebut memang telah memiliki izin resmi dari pemerintah, jika tidak maka Zhang Lin harus membongkar bukit buatannya tersebut.

Tak hanya ilegal, pembangunan vila bukit buatan tersebut juga diprotes oleh para penghuni gedung apartemen tersebut karena dinilai merusak gedung dan terganggu akan suara bising dari mesin berat di atap gedung saat pembangunan vila ilegal.
“Banyak orang yang pindah dari lantai atas. Mereka takut. Mereka menjual apartemen mereka dan pergi,” ujar Zhang Li, penghuni lantai 25, satu lantai di bawah konstruksi pembangunan seperti dikutip Amusing Planet.

Sementara itu banyak juga penghuni apartemen lainnya yang mengeluh karena dinding apartemen mereka retak yang menyebabkan kebocoran saat hujan tiba.
Namun sang pemilik vila yang merupakan pengusaha obat-obatan tradisional Cina ini mengatakan jika ia mematuhi peraturan pemerintah namun membantah menyebut bangunan tersebut vila, melainkan hanya sebuah taman ornamen.

http://www.dreamersradio.com/article/30815/cina-punya-gedung-dengan-bukit-beserta-vila-di-atapnya


11 Negara di Afrika dan Timur Tengah Kunjungi Surabaya



Sebanyak 24 pejabat tingkat menengah dan tinggi dari 11 negara di Afrika dan Timur Tengah kunjungi Surabaya.Hal itu sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Indonesia, Africa and Middle East Technical Cooperation Program on Good Governance (IAMTCP-GG) yang diselenggarakan pada 19-23 Mei 2014 di Jakarta dan Surabaya. Sebanyak 24 perwakilan yang berkunjung ke Surabaya di antaranya utusan dari Palestina, Yaman, Sudan, Liberia, Mozambique, Gambia, Madagaskar, Tunisia, Libya, Irak, dan Mesir."Forum ini akan fokus pada topik reformasi birokrasi, peningkatan akuntabilitas, pemberantasan korupsi, dan pelibatan masyarakat dalam peningkatan tata kelola pemerintahan," kata Febri A Ruddiyard, Direktur Timteng Kementerian Luar Negeri (kemenlu) RI usai bertemu Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya, Kamis (22/5/2014).

Dijelaskan Febri, pemilihan Kota Surabaya dan Walikota Tri Rismaharini sebagai narasumber berdasarkan hasil seleksi yang dilakukan Kemenlu dan kementerian pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi (kemenpan dan RB).
"Dimana hasilnya Pemkot Surabaya dinilai layak sebagai lokasi best practice bagi para delegasi," ucap Febri.Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menjelaskan apa saja yang sudah ditempuh Pemkot dalam menyelenggarakan pemerintahan yang baik.Salah satunya yakni dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam menjalankan seluruh manajemen perkotaan. "Dengan pemanfaatan teknologi, kinerja pemerintahan menjadi lebih efisien secara waktu dan hemat dari segi anggaran," kata Risma. 

Pengusulan pembangunan di Kota Surabaya, menurut Risma,  sekarang ini sudah bisa diajukan secara elektronik melalui e-musrenbang.Dengan demikian perhitungan biaya atau anggaran menjadi sangat detail karena sudah menggunakan sistem e-budgeting. Dan proses pembayaran transaksi sudah tidak ada lagi pembayaran proyek secara cash setelah sistem pembayaran menggunakan teknologi perbankan secara online.Disamping pemanfaatan teknologi dalam sistem keuangan, tambah Risma, Pemkot Surabaya juga menggunakan sistem teknologi pemantauan di berbagai penjuru kota dalam bentuk pemasangan kamera close-circuit television (CCTV).Hal itu selain untuk faktor keamanan, pemasangan CCTV juga bertujuan untuk pengaturan lalu lintas."Dari segi keamanan kita koordinasi dengan pihak kepolisian untuk memantau tindak kriminalitas. Sedangkan pengaturan lalu lintas dioperasikan oleh dinas perhubungan," ujar Risma.Lebih lanjut dikatakan Risma, disamping membangun infrastruktur kota, program pemkot tidak pernah mengabaikan pembangunan sumber daya manusia.
Demi terwujudnya masyarakat yang berkualitas, pemkot membangun sarana untuk peningkatan kualitas manusia. Sedikitnya 972 perpustakaan dan taman baca sudah tersebar di seluruh penjuru kota Surabaya.Hal itu ditambah dengan broadband learning center (BLC) di 11 lokasi. "Dimana di tempat tersebut masyarakat dapat menggunakan maupun belajar komputer dan internet secara gratis," tandas Risma.Pengalokasian 35 persen dari total anggaran APBD Kota Surabaya untuk pendidikan, imbuh Risma, juga menjadi indikator Kota Surabaya serius bertekad membenahi kualitas sumber daya manusia."Dengan alokasi anggaran sebesar itu, pendidikan di Surabaya tersedia secara gratis hingga bangku SMA/SMK," ucap Risma.Paparan Wali kota Surabaya Tri Rismaharini mendapat apresiasi positif dari para delegasi IAMTCP-GG.Mereka juga memanfaatkan kesempatan pertemuan tersebut untuk bertanya-jawab dengan Wali kota Surabaya. Sejumlah delegasi terlihat mengajukan pertanyaan terkait program-program Kota Surabaya.Seperti delegasi Irak yang ingin mengetahui lebih dalam tentang ketahanan pangan, serta delegasi Mesir yang membuka pembicaraan seputar konsep kerjasama yang diusung Surabaya dengan kota-kota mitra di luar negeri.

sumber :https://id.berita.yahoo.com/perwakilan-dari-11-negara-di-afrika-dan-timur-173529074.html