Takdir Geopolitik Ukraina
Dalam bahasa Slavia, ukraina artinya "daerah
perbatasan". Sebagai serpihan negara bekas Uni Soviet, takdir
(geografi)-nya terletak di Eropa Timur. Ukraina berbatasan dengan Rusia di
sebelah timur (laut) dan UE di barat (laut). Lebih lengkap, ia berdekatan
dengan Belarus di utara; kemudian dengan Polandia, Slowakia dan Hongaria di
barat; Rumania dan Moldavia di barat daya; dan Laut Hitam, Laut Azov di
selatan dan seterusnya. Mereka berbahasa Ukraina serumpun dengan bahasa Rusia.
|
|
Dari sisi geostrategi, Ukraina boleh disebut buffer zone atau
daerah penyangga para adidaya terutama Rusia dan Barat cq UE ---karena faktor
ideologi---dari zaman dulu memang saling berebut pengaruh. Inilah takdir
geopolitik yang melekat semenjak ia lahir sebagai negara.
Kadar urgensi Ukraina di kawasan tersebut, sebenarnya tak bisa dilepas
dari peran masa lalunya ketika tergabung dalam Uni Soviet. Peran kunci tadi
bukan terhadap Soviet ---selaku negara induk--- semata, namun juga bagi
negara-negara Pakta Warsawa lainnya. Selain kaya akan sumber daya alam, seperti
biji besi, batu bara, logam warna, gas, minyak, garam, tanah liat, dll ia
juga memproduksi pesawat dan kapal laut, truk dan bis, mobil dan lokomotif,
TV dan radio, zat kimia, tekstil, komputer dan peralatan elektronik, mesin
pertanian, dan lain-lain.
Peran penting lainnya, selain pengekspor listrik ke Eropa Timur (hingga
kini) dan negara sekitar seperti Hungaria, Lithuania, Belarus, Polandia, dll
sebagian hulu ledak nuklir milik Sovyet dahulu ditempatkan di Ukraina. Itulah
posisi strategis di tengah tarik menarik kekuatan Blok Timur dan Blok Barat
tempo doeloe (1949-1991).
Retorikanya adalah: mungkinkah (posisi) geostrategi ini yang diperebutkan
oleh dua adidaya di atas? Boleh jadi. Namun ada hal lebih urgen selain itu.
Geopolitic of Pipeline dan Senjata Gas
Peran pokok Ukraina sebagai buffer zone sesungguhnya
lebih kepada geopolitic of pipeline (jalur pipa). Ini dia.
Sepertinya, “nasib” Ukraina mirip geopolitik Syria yang direbutkan para
adidaya Barat dan Timur akibat selain faktor geostrategy position di
Jalur Sutera, namun lebih utama karena keberadaan jalur pipanya. Betapa
aliran pipa gas dan minyak yang melewati Syria bersifat antar negara,
menembus benua bahkan lintas kawasan. Setidaknya, demikian pula jalur pipa
gas Ukraina meski “skala”-nya relatif tak besar jika dibandingkan Syria.
Urgensi daerah penyangga contohnya, sewaktu Putin menghentikan gas yang
mengalir melalui pipa di Ukraina pada 1 Januari 2006 ketika terjadi sengketa
gas (2006-2009) antara Rusia – Ukraina, ternyata berdampak sangat luas lagi
dahsyat. Tidak hanya Ukraina yang menjerit kekurangan gas, tetapi merata di
seluruh Eropa berteriak kurang pasokan sebab penutupan pipa gas dimaksud.
Kenapa demikian, betapa 80% jalur ekspor gas Rusia menuju Eropa melalui
lintasan jalur pipanya Ukraina. Ketika diputus pada “titik simpul”-nya,
niscaya menjerit negara konsumen di hilir jalur pipa. Dalam konteks ini,
Ukraina merupakan simpul jalur gas, sedang UE dan negara sekitarnya berada di
bagian hilir. Inilah gas weapon (senjata gas)-nya Beruang Merah, sebutan lain
Rusia.
Latvia misalnya, sangat tergantung 100% pada gas Rusia termasuk
diantaranya Slovakia, Estonia dan Finlandia. Untuk Bulgaria, Lithuania dan
Czech Republik bergantung lebih 80%. Sedang yang bergantung 60% antara lain
Yunani, Austria dan Hongaria. Itulah data yang nyata. Ketergantungan UE atas
gas Rusia mencapai 80% lebih. Dan betapa riskan ketika aliran gas untuk UE
dari Rusia mutlak harus melalui jalur pipa di Ukraina.
Tak dapat dipungkiri memang, Rusia adalah negara penghasil gas terbesar
di dunia, kendati untuk produksi minyak merupakan terbesar kedua setelah
Saudi Arabia. Sekedar informasi tambahan. Sekali lagi, inilah ujud gas
weapon yang dimiliki oleh Rusia guna “mengendalikan” Ukraina dan
negara net gas importer di sekitarnya.
Pointers Simpulan
Setelah membaca, menyimak dan mencermati kecamuk politik di Ukraina
sebagaimana uraian di atas, sekurang-kurangnya diperoleh pointers guna
menyudahi artikel sederhana ini. Antara lain:
Pertama: bahwa medan Ukraina sesungguhnya cuma proxy war atau
lapangan tempur, karena hakiki yang berperang ialah Rusia versus kekuatan
Barat (AS dan NATO) dalam upaya tebar dan tancapkan hegemoni baik di
parlemen, pada elit pemerintahan maupun melalui aksi-aksi massa di jalanan;
Kedua: menguak hidden agenda kubu oposisi ---sesuai
prolog tulisan ini--- bahwa kesepakatan dengan UE sebagaimana aspirasi
kelompok oposisi, tersirat sebagai langkah permulaan Barat mengintegrasikan
Ukraina dengan UE. Maka kompromi politik cara apapun yang ditawarkan oleh
Yanukovich kepada para demonstran pimpinan Arseniy Yatsenyuk, niscaya ditolak
--- tak bakal diindahkan;
Ketiga: sebagaimana Arab Spring di Jalur Sutera, atau
kiprah Revolusi Oranye dulu, apapun dalih (isue) yang diusung dalam aksi
massa dan gerakan politik di Ukraina, (misi) tujuannya adalah redesign of
power (ganti rezim);
Keempat: atas dasar pengalaman pemutusan gas (2006) oleh Putin melalui pipa
Ukraina, bahwa kebijakan Presiden Yanukovich menerima bantuan finansial Rusia
---dekade kini --- dinilai sebagai keputusan tepat dan strategis terutama
bagi kepentingan nasional Ukraina dan kawasan sekitarnya. Kenapa demikian,
oleh karena kesepakatan perdagangan dengan UE selain belum jelas arah dan
hasilnya, juga AS dan jajaran EU sendiri tengah dibelit krisis ekonomi tak
kunjung usai;
Kelima: bahwa korban implementasi gas weapon ---diterapkan oleh
Rusia di Ukraina awal 2006--- ternyata memiliki dampak lebih dahsyat daripada
korban akibat senjata konvesional pada peperangan lazimnya. Betapa tanpa asap
mesiu, tanpa letusan peluru, namun justru dinamika sosial ekonomi di kawasan net
gas importer menjadi “berantakan” akibat kekurangan pasokan gas.
Demikianlah bacaan sementara saya tentang badai politik yang kini melanda
Ukraina, masih jauh dari akurasi kebenaran memang. Apa hendak dikata.
Minimnya data, sempitnya wawasan, terutama keterbatasan kemampuan penulis
merupakan kendala utama kenapa artikel ini bersifat nisbi, masih sangat
terbuka untuk kritik dan saran guna perbaikan lebih lanjut.
Kontribusi
ekonomi Ukraina terhadap dunia
Meski Ukraina hanya menyumbangkan persentase kecil terhadap gross domestic product (GDP) dunia, namun nyatanya selama beberapa minggu ini krisis Ukraina menjadi sentimen negatif yang membebani pasar keuangan global, yang berimbas pada bursa-bursa di kawasan Asia. Tapi banyak analis menyebutkan bahwa dampak kisruh politik itu kecil tehadap ekonomi dunia. "Ukraina hanya berkontribusi kecil pada GDP dunia, kira-kira seperempat dari 1 persen GDP dunia. Sehingga tidak mungkin akan membuat sesuatu yang "wow" di pasar global," ujar Bill Stone, Chief Investment Strategist PNC Asset Management Group Pada Selasa 4 Maret lalu, harga saham-saham di Bursa Efek New York, memang merosot tajam pada sesi penutupan. Aksi provokatif Rusia yang menduduki Crimea, wilayah otonomi Ukrania, secara militer, memicu investor melakukan aksi jual. Dikutip dari CNBC, indeks S&P 500 dan indeks Dow Jones Industrial Average turun signifikan menjadi hari terburuk dalam sebulan terakhir. Beruntung pada hari berikutnya, 5 Maret 2014, setelah keluarnya pernyataan dari Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang menegaskan bahwa negaranya tidak akan berperang dengan rakyat Ukraina, saham-saham di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, kembali melonjak. Indeks Dow Jones Industrial Average dan indeks S & P 500 memantul kembali setelah merosot tajam ke level terburuk dalam sebulan terakhir. "Investor tampaknya telah dilatih menghadapi krisis geopolitik dalam beberapa tahun terakhir, seperti krisis Mesir dan Suriah. Sehingga pasar saham bisa dengan cepat segera pulih," ujar Jeffrey Kleintop, Chief Market Strategist, LPL Financial. Dan pada hari ini 17 Maret 2014, karena kekhawatiran yang meningkat di kalangan investor terhadap situasi Ukraina setelah hasil referendum menunjukkan hasil bahwa Crimea memilih untuk bergabung dengan Rusia, pasar saham Asia mengawali transaksi pekan ini dengan kerugian. Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi tadi tergelincir 0,2 persen. Indeks acuan pasar saham Jepang ini kini berada pada level perdagangan 14.304,21. Saham Jepang merosot ke level terendahnya selama sebulan terakhir dalam dua sesi perdagangan berturut-turut. Sementara itu, indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney melemah 0,2 persen. Indeks patokan pasar saham Australia ini kini berada pada level perdagangan 5.315,7 dan telah membukukan kerugian mingguan 2,7 persen Jumat pekan lalu.
Harga emas dunia rebound
Jika pasar saham dunia cemas dengan situasi Crimea dan itu sebabnya harga
melandai dan turun, pasar emas dunia justru sedang riang. Sejumlah pengamat
menyebutkan bahwa kian memanasnya krisis di Ukraina memicu investor mencari
investasi yang lebih aman dan keluar dari pasar saham.
Seperti dikutip dari laman Marketwatch,
pada Selasa 4 Maret 2014, imbas dari tindakan provokatif Rusia yang menduduki
Crimea, harga emas berjangka untuk pengiriman April melonjak US$28,70 (2,2
persen) ke level US$1.350,30 per ounce di divisi Comex New York Mercantile
Exchange. Menurut data FactSet, harga tersebut menjadi harga emas
berjangka tertinggi sejak 28 Oktober tahun lalu.
Jumat akhir pekan lalu, menjelang dilakukannya referendum, harga emas
berjangka naik lebih dari 3 persen dalam sepekan terakhir. Harga kontrak emas
untuk pengiriman April pada Jumat lalu naik lagi US$6,60 (0,5 persen) ke
level US$1.379 per ounce di divisi Comex New York Mercatile
Exchange. Menurut Factset, ini merupakan tingkat penutupan tertinggi
sejak awal September lalu.
Selain emas, investor global mencari tempat paling aman bagi uang mereka
selama krisis Ukraina. Mereka memburu obligasi treasury Amerika Serikat untuk 10 tahun,
sehingga memicu imbal hasil obligasi itu turun. Saat Ukraina diambang perang
dengan Rusia pada Selasa 4 Maret 2014, imbal hasil (yield) treasury untuk 10 tahun di Amerika Serikat
turun 5 basis poin menjadi 2,602 persen.
sumber :
http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=14629&type=99#.UygHYvl_vakhttp://fokus.news.viva.co.id/news/read/489299-kisruh-crimea--seberapa-besar-efeknya-terhadap-ekonomi-dunia |
Senin, 17 Maret 2014
KRISIS POLITIK DI UKRAINA TERHADAP PEREKONOMIAN UNI EROPA
KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA
Akhir-akhir ini, kita banyak menemukan
berbagai berita tentang kekerasan dalam rumah tangga
(KDRT) di berbagai media masa. Bahkan
tidak jarang, kita menemukan KDRT di lingkungan kita.
Akan tetapi, hal apa yang bisa kita
lakukan? Apakah kita sudah paham tentang lingkup KDRT
itu sendiri sehingga dapat menghindari
atau meminimalisir kejadian?
Oleh karena itu, artikel berikut ini
akan membahas tentang istilah dan siklus KDRT. Selain itu,
artikel ini akan membahas tentang
karakter korban dan pelaku KDRT agar kita dapat
mencegah atau menghindari terjadinya
KDRT di sekeliling kita.
Definisi KDRT (UU No 23/2004, Pasal 1):
KDRT adalah setiap perbuatan terhadap
seseorang terutama perempuan, yang berakibat
timbulnya kesengsaraan atau penderitaan
secara fisik, seksual, psikologis dan atau
penelantaran rumah tangga termasuk
ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan,
atau perampasan kemerdekaan secara
melawan hukum dalam lingkup rumah tangga.
Bentuk KDRT (Pasal 5):
Setiap orang dilarang melakukan
kekerasan dalam rumah tangga terhadap orang dalam
lingkup rumah tangganya, dengan
cara:
a. kekerasan fisik
b. kekerasan psikis
c. kekerasan seksual
d. penelantaran rumah tangga
Siklus kekerasan dalam KDRT
Relasi Personal sering disertai dengan
siklus kekerasan, dengan pola berulang. Siklus
kekerasan ini menyebabkan korban
terus mengembangkan harapan dan mempertahankan
rasa cinta atau kasihan, membuatnya
sulit keluar dari perangkap kekerasan.
Siklus kekerasan umumnya bergulir sebagai
berikut:
• Dimulai dengan individu tertarik dan
mengembangkan hubungan
• Individu dan pasangan mulai lebih
mengenal satu sama lain, “tampil asli” dengan
karakteristik dan
tuntutan masing-masing, muncul konflik dan ketegangan.
• Terjadi ledakan dalam bentuk kekerasan
• Ketegangan mereda. Korban terkejut dan
memaknai apa yang terjadi. Pelaku bersikap
”baik” dan mungkin
meminta maaf.
• Korban merasa ”berdosa” (bila tidak
memaafkan), korban menyalahkan diri sendiri karena
merasa atau dianggap
menjadi pemicu kejadian, korban mengembangkan harapan akan
hubungan yang lebih
baik.
• Periode tenang tidak dapat bertahan.
Kembali muncul konflik dan ketegangan, disusul
ledakan kekerasan
lagi, demikian seterusnya.
• Korban “terperangkap”, merasa bingung,
takut, bersalah, tak berdaya, berharap pelaku
menepati janji untuk
tidak melakukan kekerasan lagi, dan demikian seterusnya.
• Bila tidak ada intervensi khusus
(internal, eksternal) siklus kekerasan dapat terus berputar
dengan perguliran makin
cepat, dan kekerasan makin intens.
• Sangat destruktif dan berdampak merugikan
secara psikologis (dan mungkin juga fisik).
Dampak psikologis pada korban
KDRT dapat menimbulkan dampak yang
serius pada korban dan orang terdekatnya
(misal: anak). Adanya dampak fisik
mungkin lebih tampak. Misal: luka, rasa sakit, kecacatan,
kehamilan, keguguran kandungan,
kematian. Apapun bentuk kekerasannya, selalu ada dampak
psikis dari KDRT. Dampak psikis
dapat dibedakan dalam ”dampak segera” setelah kejadian,
serta ”dampak jangka menengah atau
panjang” yang lebih menetap. Dampak segera, seperti
rasa takut dan terancam,
kebingungan, hilangnya rasa berdaya, ketidakmampuan berpikir,
konsentrasi, mimpi buruk, kewaspadaan
berlebihan. Mungkin pula terjadi gangguan makan
dan tidur.
Karakteristik korban KDRT
Seorang perempuan yang terpelajar dan
mandiri secara ekonomi, tetap dapat menjadi pribadi
yang tidak mudah mengambil
keputusan dalam menghadapi KDRT. Hal ini dapat terjadi karena:
1. Karakteristik individu (pasif,
cenderung kecil hati dan tidak mampu mengambil keputusan).
2. Peristiwa masa lalu yang membekas dan
menghalangi bersikap asertif (trauma masa lalu
yang
belum terselesaikan dengan baik dan berpengaruh terhadap cara berpikir,
merasa dan
bertindak saat ini).
3. Keluarga berasal dari keluarga
konvensional dan menekankan keutuhan rumah tangga
sebagai hal
yang paling baik (ideologi gender yang kaku).
Karakteristik umum pelaku
Pelaku baik sadar atau tidak memiliki
peran gender yang kaku dan seolah-olah membenarkan
mereka untuk melakukan kekerasan
terhadap perempuan atau anak yang ada di bawah
lindungannya.
Meski demikian, ada pula karakteristik
psikologis yang berbeda, misalnya:
• Ada yang pada dasarnya memang
telah hidup dalam budaya kekerasan, melihat kekerasan
sebagai
cara menyelesaikan konflik dan mendapatkan hal yang diinginkan. Misal,
orang dengan
kepribadian ”preman”.
• Ada yang mungkin tampak
baik-baik saja di depan orang yang tidak mengenal secara dekat.
Ia terkesan sopan dan bersedia bekerja sama. Akan tetapi secara
khusus orang ini
berpandangan rendah tentang perempuan dan menuntut perempuan
untuk patuh, melayani,
mengikuti
hal yang diinginkan. Ia tersosialisasi untuk mengembangkan
dominasi yang besar
atas
perempuan. Sebagai kepala keluarga, ia juga menuntut anak untuk
patuh.
• Dekat dengan ciri di atas,
pelaku yang dibesarkan dalam lingkungan disiplin bernuansa
kekerasan di
masa kecil akan mengambil pola yang sama untuk keluarganya ketika dewasa.
Tanda-tanda potensi pelaku KDRT sebelum
menikah:
• Cenderung kasar pada semua
orang. Misal: pada teman, saat menyetir mobil, di tempat
umum, dan
keluarga sendiri. Ia mudah tersinggung dan marah, ketika marah bersikap
kasar.
• Dalam keluarganya, kita melihat
kebiasaan kekerasan, kurang peduli pada orang lain, mau
menang
sendiri, tidak mau berbagi. Ayah mungkin memberikan contoh kekerasan
dan
anak-anak menirunya.
• Ia mungkin egois dan selalu
memikirkan kepentingannya sendiri, enggan berbagi. Orang lain
yang harus
menjaga perasaan dan lebih banyak menyesuaikan diri.
• Ia tidak terlihat kasar saat
pergaulan sehari-hari, tetapi terkesan tidak dapat mengendalikan
diri saat kecewa
atau marah. Bila kecewa atau marah, ia dapat bersikap kasar, bertingkah
laku
membahayakan, dan
membuat orang merasa takut.
• Ia mudah curiga pada orang lain,
mudah menyalahkan, banyak berpikiran buruk, khususnya
perilaku
pasangan.
• Ia posesif dan tidak memberikan
ruang pribadi bagi kita.
• Ia cenderung meyakini pembagian
peran gender yang kaku, menempatkan laki-laki sebagai
penentu.
• Ia tidak menunjukkan penyesalah
setelah berbuat salah atau menyakiti orang lain. Ia malah
mempersalahkan orang lain atas kekasaran yang dilakukannya.
• Ia senang berjudi, minum dan
mabuk, terlibat penggunaan obat-obatan bahkan hingga
kecanduan.
Jika kita telah mengenali karakter
pelaku KDRT, maka akan lebih baik ketika kita dapat
melakukan tindakan pencegahan
sebelum terjadi sesuatu yang lebih serius. berikut adalah salah satu berita
mengenai fenomena KDRT di indonesia
Polisi di Riau diduga sering pukuli istri hingga
hilang ingatan
Merdeka.com - Dmuharmi (41), warga Jalan Kaharuddin Nasution Pekanbaru,
melaporkan Brigadir EF (44), seorang anggota polisi Polsek Sukajadi ke polisi.
Sebab, EF diduga melakukan penganiayaan terhadap istrinya, Syahdian Abdi Putri
(39).
Pelapor merupakan sepupu Syahdian. Karena sering dipukuli EF, Syahdian kini mengalami hilang ingatan atau amnesia.
Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo mengatakan akan mengusut kasus ini. ''Laporan terkait hal itu sudah diterima. Saat ini masih dilakukan penyelidikan. Saksi-saksi yang mengetahui peristiwa tersebut akan diperiksa,'' jelasnya, Senin (17/3).
Dalam laporan yang dibuatnya, Dmuharmi memaparkan apa yang menimpa korban terjadi pada Jumat (14/3) siang sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, korban sedang berada di rumahnya, diduga dianiaya oleh EF. Kemudian melaporkannya pada Sabtu (15/3).
Akibat penganiayaan ini, korban mengalami luka lebam di sekitar kepalanya. Dalam laporannya, Dmuharmi melaporkan bahwa korban yang dulunya baik-baik saja sekarang seperti orang hilang ingatan akibat sering dipukuli dan diberi obat yang tidak jelas oleh pelaku.
Tak terima dengan perlakuan kasar, Dmuharmi berharap EF dapat diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. Apalagi perbuatan EF sudah keterlaluan.
Pelapor merupakan sepupu Syahdian. Karena sering dipukuli EF, Syahdian kini mengalami hilang ingatan atau amnesia.
Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo mengatakan akan mengusut kasus ini. ''Laporan terkait hal itu sudah diterima. Saat ini masih dilakukan penyelidikan. Saksi-saksi yang mengetahui peristiwa tersebut akan diperiksa,'' jelasnya, Senin (17/3).
Dalam laporan yang dibuatnya, Dmuharmi memaparkan apa yang menimpa korban terjadi pada Jumat (14/3) siang sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, korban sedang berada di rumahnya, diduga dianiaya oleh EF. Kemudian melaporkannya pada Sabtu (15/3).
Akibat penganiayaan ini, korban mengalami luka lebam di sekitar kepalanya. Dalam laporannya, Dmuharmi melaporkan bahwa korban yang dulunya baik-baik saja sekarang seperti orang hilang ingatan akibat sering dipukuli dan diberi obat yang tidak jelas oleh pelaku.
Tak terima dengan perlakuan kasar, Dmuharmi berharap EF dapat diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. Apalagi perbuatan EF sudah keterlaluan.
Sumber:
·
Poerwandari, K. & Lianawati, E. 2010. Petunjuk penjabaran kekerasan
psikis menindaklanjuti laporan kekerasan psikis. Jakarta: Program
Studi Kajian Wanita Program Pascasarjana Universitas Indonesia
·
Poerwandari, K. 2008. Penguatan psikologis untuk menanggulangi kekerasan
dalam rumah tangga dan kekerasan seksual. Jakarta: Program Studi
Kajian Wanita Program Pascasarjana Universitas Indonesia
·
http://www.merdeka.com/peristiwa/polisi-di-riau-diduga-sering-pukuli-istri-hingga-hilang-ingatan.html
Kamis, 28 November 2013
SEMAKIN BANYAK TEMAN SEMAKIN KUAT KONEKSI DI DALAM OTAK
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur saya
panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan
Karunia-nya sehingga saya dapat menyusun makalah ini dengan baik dan tepat dalam
rangka memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia. Dalam makalah ini saya membahas
mengenai manfaat bersosialisasi.
Saya sangat berharap makalah ini
dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai
manfaat berosialisasi dengan baik. Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa di
dalam tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang kami
harapkan. Untuk itu, saya berharap adanya kritik, saran dan usulan demi
perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna
tanpa sarana yang membangun kemudian saya mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membimbing serta memberikan
pengarahan dalam penyusunan makalah ini.
Semoga makalah
sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan
yang telah disusun ini dapat berguna bagi saya sendiri maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata
yang kurang berkenan dan saya memohon kritik dan saran yang
membangun demi perbaikan di masa depan.
membangun demi perbaikan di masa depan.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan
manfaat bagi kita sekalian.
Depok, 28 November 2013
Roby Farhan
DAFTAR ISI
Kata pengantar .................................................................................................
ii
Daftar isi ..................................................................................................
iii
BAB 1.PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang ................................................................................................
1
1.2 Rumusan masalah ...............................................................................................
2
1.3 Tujuan penulisan ................................................................................................
2
BAB 2.PEMBAHASAN ................................................................................................
2
BAB 3.PENUTUP
3.1 KESIMPULAN ............................................................................................... 4
3.2 SARAN ...............................................................................................
4
Daftar pustaka ...............................................................................................
4
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG
Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer
kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi
lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah
sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisasi
diajarkan
peran-peran yang harus dijalankan oleh individu.
Setiap kelompok masyarakatmempunyai
standar dan nilai
yang berbeda. Salah
satu bagian sosialisasi adalah berteman. Dalam perkembangan anak, berteman
dengan teman sebaya adalah salah satu tugas perkembangan yang penting dilakukan
sejak usia 3 tahun. Melalui persahabatan, manusia mampu mengembangkan hubungan erat antar
manusia dan menjadi bagian dari lingkungannya. Manusia mencari pendampingan
dari orang di sekitarnya, afeksi dan keintiman melalui persabahatan.
Sebagai suatu tugas perkembangan,
persabahatan memiliki peran besar dalam perkembangan manusia,Diantaranya :
1. Berteman
dapat menjadi sarana belajar peran dalam konteks relasi sosial, dimana anak dapat belajar bagaimana berperan secara
sosial bagi orang lain di luar hubungan keluarga (misal: membantu, kompetisi,
dll.)
2. Dalam
hubungan persahabatan berisi dengan proses menerima dan memberi, hal ini
memberikan pengalaman proses belajar “saling” (reciprocal) dan
dinamika kelompok
3. Dalam
persabahatan, anak dapat belajar memahami dan menjelaskan perilaku orang lain
4. Persahabatan
memberikan perasaan terikat dan aman karena membuat seseorang merasa diterima
dalam suatu kelompok.
1.2 RUMUSAN
MASALAH
·
Apa manfaat dari orang yang pandai
bersosialisasi?
·
Apa bukti bahwa semakin seseorang pandai
bersosialisasi maka koneksi otak akan semakin lancar?
1.3 TUJUAN
PENULISAN
·
Memberikan informasi kepada orang-orang
akan manfaat memiliki banyak teman
·
Membuktikan bahwa semakin banyak
bersosialisasi maka koneksi semakin lancar
BAB
2
PEMBAHASAN
Jakarta, Kabar gembira bagi orang-orang
yang mempunyai banyak teman. Selain dianggap anak gaul tentunya, sebuah studi
menemukan orang yang punya banyak teman memiliki koneksi otak yang lebih baik
ketimbang orang yang hanya punya satu-dua teman saja.
Temuan ini diungkapkan tim peneliti dari
Oxford University yang menanyai 18 pria dan wanita berapa banyak teman yang
mereka temui dan teman yang mereka ajak bicara di telepon atau via email dalam
sebulan belakangan.
Ternyata rata-rata setiap partisipan
mengontak sekitar 20 teman dalam kurun sebulan belakangan, namun beberapa di
antaranya mengaku berkomunikasi dengan lebih dari 40 teman sekaligus. Ada juga
yang hanya melakukan kontak dengan 10 teman saja.
Kemudian setelah otak partisipan
dipindai, hasilnya menunjukkan hampir separuh bagian otak partisipan yang punya
banyak teman terlihat lebih besar daripada bagian otak partisipan yang punya
beberapa teman saja. Dan terbukti semakin banyak teman yang mereka miliki,
makin besar bagian otak yang dimaksud.
Salah satu bagian otak yang berkaitan
dengan kemampuan bersosialisasi adalah anterior cingulate cortex. Dari scan
otak partisipan terlihat koneksi antara anterior cingulate cortex dengan bagian
otak lainnya (terutama yang berfungsi mencatat rekam jejak tentang apa yang
orang lain lakukan, pikirkan dan rasakan) ternyata terlihat lebih kuat pada
para sosialita.
"Pada orang-orang yang pandai
bersosialisasi, mungkin kuatnya koneksi di dalam otak menyebabkan komunikasi
antarbagian otaknya begitu lancar sehingga proses mengolah informasinya jadi
lebih efisien dan lebih cepat," terang peneliti MaryAnn Noonan seperti
dilansir Daily Mail, Selasa (19/11/2013).
Temuan ini juga memastikan hasil riset
peneliti terhadap sekumpulan monyet, dan keduanya menunjukkan fakta yang sama.
Hal ini membuat peneliti menduga jika orang-orang yang lebih pandai
bersosialisasi bukannya terlahir dengan otak yang 'lebih terkoneksi' sehingga
mereka mudah mencari teman.
Peneliti percaya orang yang punya banyak
teman menggunakan bagian otak tertentu lebih sering daripada lainnya, sehingga
mereka dapat mempertahankan pertemanan atau tetap bisa bertahan meski berada di
tengah-tengah masyarakat yang tuntutan sosialnya tinggi.
"Saya dapat katakan otak berubah
sebagai respons terhadap pelebaran ukuran jaringan sosial seseorang. Tapi bukan
berarti tak ada pengaruh genetik di balik hal itu, karena jika Anda berasal
dari keluarga yang pandai bersosialisasi maka otak Anda juga akan cenderung
begitu," tegas Dr. Noonan.
Kendati begitu, terjadinya penguatan
koneksi sebagian otak yang terjadi pada orang-orang yang pandai bersosialisasi
berakibat pada penyusutan bagian otak lain yang jarang digunakan ketika mereka
bersosialisasi.
BAB
3
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Orang yang memiliki banyak teman
memiliki koneksi yang lebih baik ketimbang yang hanya punya satu atau dua teman
saja. Berdasarkan penelitian oleh tim peneliti oxford university bahwa hampir
separuh bagian otak partisipan yang memiliki banyak teman terlihat lebih besar
dari pada bagian otak partisipan yang punya beberapa teman saja. Namun
penguatan koneksi sebagian otak yang terjadi pada orang-orang yang pandai
bersosialisasi berakibat pada penyusutan bagian otak lain yang jarang digunakan
ketika mereka bersosialisasi
3. 2 SARAN
Dalam pembentukan kepribadian pasti membutuhkan hasil
sosialisasi. Oleh karena itu marilah kita sama-sama melakukan sosialisasi yang
baik antar sesama manusia sehingga koneksi otak akan semakin
membbaik serta kepribadian yang
kita miliki akan baik pula.
Daftar pustaka
Langganan:
Postingan (Atom)